Ketua Demokrat Denpasar Tolak Kenaikan Harga BBM

TOLAK – Ketua DPC Demokrat Denpasar AA Ketut Asmara Putera bersama pengurus menolak tegas kenaikan harga BBM saat perayaan HUT ke- 21, Partai Demokrat di Sekretariat DPD Demokrat Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (9/9/2022).

Denpasar | barometerbali – Ketua DPC Demokrat Kota Denpasar Drs. A.A Ketut Asmara Putra yang kerap disapa Gus Cilik ini dengan tegas menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, karena keputusan tersebut sangat membebani rakyat dan menambah kesengsaraan rakyat yang belum pulih secara ekonomi akibat hantaman badai Covid-19.

Berita Terkait:  Wayan Koster Ajak Gen Z–Milenial Bali Berinovasi, Kreatif, dan Melek Digital

“Gus Cilik menolak kenaikan harga BBM, yang akan berimplikasi terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM bersubsidi akan membuat kehidupan rakyat yang sudah sulit menjadi semakin sulit,” ujarnya di Sekretariat DPD Demokrat Provinsi Bali, Renon, Denpasar, serangkaian perayaan HUT ke- 21, Partai Demokrat, Rabu (9/9/2022).

Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi menurutnya mengabaikan psikologis rakyat yang saat ini sedang tertatih-tatih ekonominya.

Berita Terkait:  Awal 2026, KPU Bali Teguhkan Integritas Pemilu Lewat Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja

Gus Cilik menyayangkan sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi hanya didasarkan pada hitung-hitungan ekonominya saja, tanpa mempertimbangkan psikologis rakyat sebagai salah satu parameter.

“Rakyat saat ini masih dalam tahap mengumpulkan tenaga, energi, untuk bangkit dari keterpurukan, jangan malah dibebani dengan persoalan baru dengan menaikkan harga BBM yang akan berimbas pada mahalnya harga-harga kebutuhan pokok,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Berita Terkait:  Awal 2026, KPU Bali Teguhkan Integritas Pemilu Lewat Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja

Seharusnya, kata dia, pemerintah fokus memformulasikan berbagai kebijakan yang mempermudah rakyat untuk bangkit agar ekonomi nasional kembali tumbuh.

“Situasi saat ini sama sekali tidak tepat menaikkan harga BBM bersubsidi,” saran Gus Cilik.

Ia mengingatkan, menaikkan harga BBM bukan hanya menambah beban hidup, tetapi meningkatkan tensi rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

“Seharusnya situasi-situasi seperti ini dihindari oleh pemerintah,” tandas Gus Cilik. (BB/501)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI