Foto: Pelantikan Pengurus HIPMI Badung, dan Ketua BPC HIPMI Badung I Ketut Bijaya Negara di Puspem Badung, Sabtu, (22/3/2025) (barometerbali/rian)
Badung I Barometer Bali – Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Badung I Ketut Bijaya Negara atau yang akrab disapa Obi menegaskan komitmennya akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung (Pemkab Badung) untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas.
“Mohon diberikan arahan Pak Bupati (Bupati Badung, I Nyoman Adi Arnawa, tentang program. Apalagi visinya adalah mewujudkan pariwisata yang berkualitas berdasarkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ucap Obi saat memberikan sambutan usai dilantik sebagai Ketum BPC HIPMI Badung di Puspem Badung, Sabtu (22/3/2025).
Senada dengan Ketua BPC Badung, Ketua BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih berharap, HIPMI Badung bisa berkolaborasi untuk menyukseskan program Pemkab Badung di bawah kepemimpinan I Nyoman Adi Arnawa dan Bagus Adi Sucipta.
“Saya harap temen-temen HIPMI Badung bisa menyukseskan program Sapta Kriya Adicipta Kabupaten Badung menjadi pemain aktif, tidak hanya jadi penonton,” harap Ajus Linggih
Ia menambahkan, “Mengkritik itu harus tapi harus disertai solusi. Jadi saya harap Ketum Obi beserta jajaran menyukseskan kepemimpinan Bapak Adi-Sucipta lima tahun ke depan,” timpal Ketua Komisi II DPRD Bali tersebut.
Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Adi Arnawa menyambut baik kepengurusan baru HIPMI Badung periode 2024-2027. Menurutnya, tema pelantikan pengurus HIPMI Badung “Samaya Arta Guna Karya” memiliki kesamaan dengan visi Sapta Kriya Adicipta.
“Itu seiring dengan visi kami. Bagaimana kami membangun ekonomi berbasis pariwisata dengan mewujudkan pariwisata yang berkualitas yang berlandaskan kepada nilai nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tutur Adi Arnawa.
Lebih lanjut, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung ini menilai saat ini dunia pariwisata Bali khususnya Badung tengah diterpa berbagai macam isu negatif, seperti kemacetan, sampah, air bersih, dan banjir.
“Terhadap semua isu ini tentu kita harus segera atasi kalau ingin membangun ekonomi yang kuat. Karena kita tahu ekonomi Bali terutama Badung bertumpu pada sektor pariwisata,” tutup Adi Arnawa. (rian)











