Foto: Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni, pada Rabu (4/11/2024). (barometerbali/213)
Denpasar I barometerbali – Komisi Pemilihan (KPU) Kota Denpasar sebut tingkat partisipasi pemilih di kota Denpasar untuk Pilkada serentak tahun 2024 belum mencapai target. Hal tersebut terbukti tingkat partisipasi dalam pilwali kota Denpasar sebesar 59,53 persen sementara untuk tingka pilgub mencapai 59,55 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni, pada Rabu (4/11/2024).
Menurut Sekar, perbedaan tingkat partisipasi ini dipengaruhi oleh keberadaan pemilih tambahan yang menggunakan hak suaranya di Kota Denpasar.
Dia menambahkan, kendati demikian bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kota Denpasar masih belum memenuhi target provinsi sebesar 75 persen maupun target nasional sebesar 81 persen.
Secara umum, kecamatan dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi adalah Denpasar Timur (63 persen), kemudian disusul Denpasar Utara (62 persen), Denpasar Barat (58 persen), dan terendah Denpasar Selatan (56 persen).
“Kalau kita lihat dari peta penduduk di sana kan memang yang pendatangnya banyaknya di Densel dan di Denbar. Jadi, memang kayaknya sesuai banget kenapa di sana tingkat partisipasinya rendah,” kata Sekar beralasan.
Lebih lanjut dijelaskan, banyak pemilih yang tidak hadir ke TPS karena C6 tidak terdistribusi seluruhnya.
“Jadi dari beberapa alasan atau kategori kenapa C pemberitahuan itu tidak terdistribusi antara lain karena pemilih telah meninggal, kemudian pindah domisili, tidak dikenal dan tidak ada orang yang dapat menerima atau yang bersangkutan tidak ada di tempat,” terangnya.
“Untuk C pemberitahuan yang tidak terdistribusi itu sebesar 14 persen dan yang terdistribusi 86 persen. Jadi, kalau melihat dari C pemberitahuan seharusnya yang sudah menerima mau datang ke TPS,” tambahnya.
Selain itu, Sekar mengatakan pihaknya akan melakukan penelitian lebih mendalam untuk mengidentifikasi alasan di balik rendahnya partisipasi pemilih di Denpasar.
“Kami akan melakukan survei atau penelitian dengan pihak kampus untuk mengevaluasi mengapa tingkat partisipasi di kota Denpasar ini di bawah 60 persen tidak mencapai target nasional 81 persen maupun target KPU Bali 75 persen,” tutupnya.
Reporter: Rian Ngari
Editor : Ngurah Dibia











