Keyakinan Konsumen Bali Menguat, IKK Juli 2026 Capai 126,3

InCollage_20260821_121330127_OPtsQJek0S
Foto: Keyakinan konsumen di Bali menunjukkan penguatan pada Juli 2026. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar —  Berdasarkan siaran pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tercatat sebesar 126,3, meningkat dibandingkan Juni 2026 yang berada di level 121,5. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 116,8.

Peningkatan keyakinan konsumen terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran. IKK masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp8 juta meningkat 32,5 persen secara bulanan (mtm), kelompok pengeluaran Rp7-8 juta naik 12,5 persen, Rp6-7 juta naik 7,8 persen, Rp5-6 juta naik 11,4 persen, Rp4-5 juta naik 9,0 persen, serta kelompok Rp2-3 juta meningkat 7,2 persen.

Namun, BI mencatat masih terdapat moderasi keyakinan pada kelompok pengeluaran Rp1-2 juta sebesar 2,6 persen dan kelompok Rp3-4 juta sebesar 10,4 persen secara mtm. Optimisme konsumen juga terlihat baik pada pekerja sektor formal dengan indeks 127,3 maupun sektor informal sebesar 124,8.

Berita Terkait:  Menjelajah Pesona Destinasi Wisata Favorit di Bali dengan Bujet Terbatas, Bisa ke Mana Saja?

Menguatnya IKK Bali ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). IKE naik dari 119,3 pada Juni menjadi 122,3 pada Juli 2026 atau tumbuh 2,5 persen mtm.

Peningkatan IKE terutama berasal dari persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya yang mencapai 132,0, penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan sebelumnya sebesar 128,5, serta konsumsi barang tahan lama sebesar 106,5.

Sementara itu, IEK meningkat dari 123,7 pada Juni menjadi 130,3 pada Juli 2026 atau tumbuh 5,4 persen mtm. Peningkatan terutama terjadi pada komponen perkiraan penghasilan yang mencapai 127,5, perkiraan ketersediaan lapangan kerja sebesar 133,0, serta perkiraan kegiatan usaha sebesar 130,5.

Bank Indonesia menilai peningkatan IKK tersebut mencerminkan semakin kuatnya optimisme masyarakat terhadap perekonomian Bali setelah mengalami tren moderasi sepanjang Semester I 2026. Kondisi ini sejalan dengan akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,78 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari Triwulan I 2026 sebesar 5,58 persen yoy.

Berita Terkait:  Bikin Betah Staycation! 7 Rekomendasi Tempat Glamping dengan Pemandngan Memukau di Bali

Pertumbuhan ekonomi Bali tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen yoy. Pertumbuhan didukung oleh peningkatan aktivitas konstruksi, perdagangan, pertanian, serta keberlanjutan aktivitas pariwisata pada periode libur sekolah dan rangkaian hari raya keagamaan.

Menguatnya keyakinan konsumen menjadi sinyal positif bagi prospek konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi Bali ke depan. Aktivitas masyarakat selama periode liburan sekolah, ditambah kuatnya sektor pariwisata dan perdagangan, turut mendorong peluang usaha serta penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah perkembangan harga yang kondusif. Inflasi Bali pada Juli 2026 tercatat tetap rendah dan berada dalam rentang sasaran nasional. Kondisi tersebut didukung oleh terjaganya pasokan serta menurunnya harga sejumlah komoditas pangan strategis.

Berita Terkait:  Destinasi Wisata Dunia, 4 Keunikan Bali yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sinergi dengan pemangku kepentingan terkait.

Penguatan pengendalian inflasi dilakukan antara lain melalui operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, dan penguatan kelancaran distribusi pangan untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen, dan Lending Facility sebesar 6,50 persen. Sinergi kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.

Siaran pers tersebut diterbitkan di Denpasar pada 14 Agustus 2026 dan ditandatangani Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI