KKN Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Gubernur Koster Titip Empat Misi Pembangunan Desa ke Mahasiswa Unud

Screenshot_20250613_201628_Gallery
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan Pembekalan Umum KKN PPM Periode XXXI, KKN Tematik Literasi dan Inklusi Keuangan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), KKN Tematik Infrastruktur PU (Pekerjaan Umum), dan KKN PUM (Program Udayana Mengabdi) Universitas Udayana Tahun 2025, Kampus Unud, Jimbaran, Jumat (13/6/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Badung – Gubernur Bali, Wayan Koster, menantang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk tidak hanya melakukan kegiatan simbolis, tapi turut menjadi agen perubahan di desa-desa Bali.

Dalam pembekalan KKN yang digelar di Aula Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (13/6/2025), Koster menyampaikan empat misi penting yang wajib diemban oleh ribuan mahasiswa yang akan diterjunkan ke 214 desa se-Bali.

“KKN jangan hanya kerja bakti bersih got. Amati desa secara utuh – data penduduk miskin, air bersih, pendidikan, dan jalan rusak. Itu yang dibutuhkan Bali hari ini,” tegasnya.

Berita Terkait:  Saksikan Penandatanganan Kontrak Pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem, Gubernur Bali harap Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan

Empat Misi Lapangan Mahasiswa

Gubernur Koster menekankan 4 misi lapangan mahasiswa yang pertama, pendataan keluarga miskin.

Mahasiswa diminta mendata secara detail keluarga miskin dan sangat miskin. Foto rumah, kamar mandi, hingga kondisi lingkungan harus dilampirkan sebagai bahan dasar program “Rumah Layak Huni” 2026.

“Satu rumah bisa kita bantu Rp30 juta sampai Rp50 juta, bahkan bangun baru kalau belum punya,” kata Koster.

Selanjutnya yang kedua, identifikasi desa krisis air bersih. Desa yang belum tersentuh akses air bersih harus dicatat dan didokumentasikan.

Berita Terkait:  LSPR Institute Sabet Dua Penghargaan Bergengsi pada Anugerah Diktisaintek 2025

“Kalau ada desa kering tapi dekat sungai, kita harus bangun saluran distribusinya,” ujar Koster.

Yang ketiga, imbuh Koster, sosialisasi program “Satu Keluarga Satu Sarjana”.

Mahasiswa menjadi juru kampanye program beasiswa penuh Pemprov Bali bagi anak-anak dari keluarga miskin.

“Kuliah gratis, ditanggung biaya hidup Rp1,4 juta per bulan. Catat mereka yang belum sekolah tinggi,” pesannya.

Misi yang terakhir, viralisasi jalan rusak.
Mahasiswa didorong menjadi mata dan telinga pemerintah dengan mendokumentasikan jalan rusak dan memviralkannya di media sosial.

“Foto dan viralkan! Biar saya dan bupati langsung tahu,” ucapnya lugas.

Berita Terkait:  Optimalisasi Aset Daerah, Gubernur Koster Teken Perjanjian Pemanfaatan Tanah Kawasan Lot S5 Nusa Dua dengan PT BDL

Data Lapangan Jadi Bahan Bakar Pembangunan

Empat tugas ini disebut Koster sebagai strategi percepatan pembangunan menjelang 2026. Pemerintah akan menggunakan data lapangan dari mahasiswa untuk menyusun program berbasis kebutuhan riil desa-desa di Bali.

Koster juga menyinggung penguatan kerja sama antara Pemprov Bali dengan kampus melalui MoU dan skema pendanaan dari pajak hotel-restoran di kabupaten maju untuk mendukung wilayah tertinggal.

“Jangan anggap remeh KKN. Ini bisa jadi awal kalian membangun Bali dari desa,” pungkas Koster. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI