Barometer Bali | Bangli — Sinergi strategis antara Toya Vyavastha dan RockAway Kintamani diperkenalkan sebagai langkah memperkuat industri hospitality berbasis pengalaman di kawasan dataran tinggi Kintamani. Kolaborasi ini mendapat dukungan travel agent, media, hingga para content creator untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat positioning destinasi.
Founder Toya Vyavastha, I Ketut Mardjana, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kebutuhan industri hospitality modern yang menuntut pengelolaan profesional dan berorientasi jangka panjang.
“Kolaborasi antara Toya Vyavastha dan RockAway Kintamani tidak terjadi secara kebetulan. Kami hadir untuk memastikan setiap aspek pengelolaan hospitality berjalan secara profesional, terukur, dan konsisten. Tidak hanya sebagai pengelola, tetapi sebagai strategic management leadership yang menjaga arah, kualitas, dan keberlanjutan usaha,” papar I Ketut Mardjana yang juga Owner Toya Devasya ini.
Menurutnya, banyak investor memiliki visi besar di sektor hospitality namun belum tentu memiliki waktu atau pengalaman dalam operasional harian, sehingga diperlukan manajemen strategis yang fokus menjaga kualitas layanan sekaligus pertumbuhan bisnis.
RockAway sendiri berdiri di kawasan Batur UNESCO Global Geopark, sebuah wilayah yang diakui dunia karena nilai geologi, sejarah, dan spiritualitasnya. Lokasi ini menjadi keunggulan tersendiri dalam membangun konsep “Moment From the Height”, yang menghadirkan pengalaman reflektif dan bermakna bagi setiap pengunjung.
I Ketut Mardjana yang mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia ini menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan berfokus pada tiga agenda utama, yakni memperkuat experience-based hospitality dengan standar premium, membangun kolaborasi erat bersama travel agent dan media untuk memperluas storytelling, serta memastikan sustainability menjadi fondasi pertumbuhan dari sisi lingkungan, budaya, dan ekonomi.
“Keberhasilan destinasi tidak pernah berdiri sendiri. Dukungan travel agent membuka akses pasar lebih luas, sementara media dan content creator memperkuat citra serta cerita yang ingin kami bangun,” tandas pria kelahiran 18 Maret 1951 ini.
Melalui sinergi ini, diharapkan manfaat yang tercipta tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat sekitar serta ekosistem pariwisata Kintamani secara berkelanjutan. (rah)











