Barometer Bali| Denpasar – Menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Jepang pada 2028, kolaborasi konkret di tingkat daerah terus diperkuat. Hal itu tercermin dalam Resepsi Hari Ulang Tahun ke-66 Sri Baginda Kaisar Jepang Naruhito yang digelar Konsulat Jenderal Jepang di The Meru, Sanur, Denpasar, Rabu (11/2/2026).
Tak sekadar seremoni, resepsi tersebut menegaskan arah kerja sama strategis Bali dan Jepang, mulai dari pengiriman tenaga kerja muda hingga proyek pelestarian lingkungan pesisir.
Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, menyoroti besarnya minat generasi muda Bali untuk bekerja di Jepang. Ia menyebut baru-baru ini sekitar 2.000 pemuda-pemudi Bali diberangkatkan untuk bekerja di Negeri Sakura.
“Baru-baru ini sekitar 2.000 peserta pemuda pemudi Bali dilepas bekerja di Jepang. Saya melihat mereka akan menjadi duta budaya dan mendapatkan pengalaman berharga selama di Jepang, yang diharapkan bermanfaat bagi Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 110 ribu warga Indonesia tercatat bekerja di Jepang, menjadikan Indonesia salah satu negara pengirim tenaga kerja terbesar. Miyakawa menilai pekerja Indonesia dikenal tekun dan memiliki reputasi baik di berbagai sektor.
Selain ketenagakerjaan, Jepang juga memperkuat dukungan terhadap isu lingkungan di Bali, khususnya pelestarian dan perbaikan pesisir pantai. Dukungan tersebut ditargetkan rampung pada 2034, termasuk penanganan kawasan Tanah Lot.
“Kita harus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” tegas Miyakawa.
Kolaborasi juga diperluas pada pengolahan limbah serta peningkatan pendapatan petani, seperti di kawasan Tegalalang. Menurutnya, fondasi utama dari seluruh kerja sama itu adalah kepercayaan.
“Prinsip kepercayaan yang dijunjung tinggi akan menjadi dasar keberlanjutan kerja sama Bali dan Jepang yang semakin erat dan kuat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jepang bagi pembangunan Bali. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Sri Baginda Kaisar Naruhito.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-66 kepada Yang Mulia Sri Baginda Kaisar Jepang. Semoga selalu berbahagia dan terus memajukan persahabatan Indonesia dan Jepang ke depan,” ujar Koster.
Momentum resepsi ditandai dengan prosesi kampai atau bersulang sebagai simbol persahabatan kedua negara. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi refleksi bahwa hubungan Indonesia–Jepang tidak hanya terjalin di level pusat, tetapi juga semakin kuat melalui kolaborasi nyata di daerah, termasuk Bali.(Red)










