Ket foto: Komunitas motor gede Harley Owners Group (HOG) Indonesia Jakarta Chapter, saat melakukan konferensi pers di Hotel Merusak Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (31/8/2024). (Sumber: barometerbali/rian)
Denpasar I barometerbali — Komunitas motor gede Harley Owners Group (HOG) Indonesia Jakarta Chapter baru-baru ini menyelesaikan kegiatan touring yang menempuh jarak sekitar 800 km dengan rute dari Solo, Malang, Banyuwangi, hingga Bali.
Acara ini melibatkan 232 pengendara Harley-Davidson, termasuk 92 pasangan yang turut serta dalam perjalanan ini.
Touring yang menjadi rangkaian penutup dari acara The ITS Revival ini tidak hanya sekadar perjalanan, tetapi juga diwarnai dengan aksi sosial.
Di Malang, komunitas ini menyalurkan bantuan senilai 30 juta rupiah, sedangkan di Banyuwangi, mereka mengadakan kegiatan amal dengan donasi sekitar 40 juta rupiah.
Menurut Direktur HOG Indonesia Jakarta Chapter, Abraham Busro, semua sumbangan ini merupakan hasil dari kontribusi sukarela para peserta tanpa adanya paksaan.
Wakil Direktur HOG Indonesia Jakarta Chapter, Rudi Bratanusra, menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai titik akhir touring karena daya tariknya yang kuat sebagai destinasi ikonik bagi komunitas motor.
“Bali memang memiliki magnet yang luar biasa dan menjadi pusat perhatian dalam setiap kegiatan bermotor. Kami yakin Bali menawarkan daya tarik istimewa untuk komunitas kami,” ujarnya, pada saat konferensi pers, Sabtu (31/8/2024).
Touring kali ini juga menandai pencapaian bersejarah bagi HOG Indonesia Jakarta Chapter yang baru terbentuk. Sebelumnya, mereka telah melaksanakan tur perdana bertajuk Touring Officer Ride dari Jakarta ke Bandung, dan Touring Officer Inauguration dari Jakarta ke Solo, yang berhasil memecahkan rekor MURI sebagai tur motor gede satu merek dengan peserta terbanyak.
Menutup rangkaian acara, Abraham Busro mengungkapkan rencana tur berikutnya.
“Untuk tour berikutnya, kami berencana mengadakan tur di Sumatra, atau mungkin tahun depan kita akan mengadakan tur ke luar negeri, ke Amerika,” tutupnya.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











