Barometer Bali | Denpasar – Konferensi Pemuda Bali 2025 dengan tema “Nyala Api Spirit Puputan di Hati Pemuda Bali” resmi digelar di Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, (8/9). Kegiatan ini merupakan konferensi kedua yang diselenggarakan oleh BASAbali Wiki (bagian dari Yayasan BASAibu Wiki). Konferensi Pemuda Bali 2025 menghidupkan kembali semangat Puputan yang dahulu menjadi simbol keberanian dan pengorbanan masyarakat Bali yang kini diwujudkan dalam bentuk baru yaitu perjuangan intelektual, sosial, dan moral.
Digelar pada 8-9 September 2025, acara ini mengundang lebih dari 100 peserta se-Bali yang terdiri dari pemuda terpilih, akademisi, guru, mahasiswa, organisasi pemuda, komunitas, NGO, serta perwakilan pemerintah di lingkungan Provinsi Bali.
Dalam kaitannya dengan pembangunan Bali, Prof. I Dewa Gede Palguna, selaku Pembicara Kunci Konferensi Pemuda Bali 2025, menekankan bahwa pemuda adalah aset negara yang sangat berharga jika diarahkan secara positif. Menurutnya, pemuda Bali memahami betul berbagai permasalahan yang dihadapi daerahnya, memiliki mimpi besar tentang arah pembangunan ke depan, sekaligus mampu membayangkan masa depan Bali secara lebih visioner.
Forum seperti Konferensi Pemuda Bali yang diselenggarakan oleh BASAbali Wiki menjadi salah satu wadah penting untuk menyalurkan gagasan tersebut agar terhubung dengan proses pengambilan keputusan. Suara pemuda seharusnya tidak hanya didengar, tetapi juga dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan. Prof. Palguna juga menyoroti kecenderungan sebagian pihak yang masih meremehkan pandangan pemuda.
Padahal menurut Prof. Palguna yang merupakan Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi RI sekaligus seorang Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Udayana, sumber-sumber jenius justru banyak lahir dari kalangan muda, hanya saja seringkali tidak teridentifikasi dengan baik atau dipersepsikan keliru oleh masyarakat.
Ketua Dewan Pembina Yayasan BASAibu Wiki, Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum., mengatakan bahwa, Konferensi Pemuda Bali ini merupakan tonggak pertama untuk mendorong pemuda bekerja sama dengan pemerintah demi masa depan Bali. “Momentum pembukaan Konferensi Pemuda Bali 2025 menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Literasi Internasional yang dirayakan pada 8 September, sehingga semangat literasi dan partisipasi publik berjalan seiring dalam memperkuat peran generasi muda Bali,’’ ujarnya.
Tjok Bagus Pemayun, A.Par., M.M., selaku Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintah yang mewakili Gubernur Bali, secara resmi membuka Konferensi Pemuda Bali 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya mendorong pemuda Bali untuk memiliki mental tangguh, jiwa kreatif, dan semangat inovatif, serta diberi ruang untuk berkontribusi nyata. Pemuda, menurutnya, adalah generasi masa depan yang harus diproyeksikan menjadi manusia Bali yang unggul, berdedikasi, dan berdaya saing di tingkat internasional.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum konferensi ini sebagai ruang untuk menumbuhkan kepercayaan diri pemuda dalam berpartisipasi dan mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan. Maka, partisipasi publik yang bermakna dapat terwujud sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, pemuda diharapkan mampu berdialog langsung dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang relevan, berlandaskan nilai-nilai kebajikan, dan berpihak pada masa depan Bali.
Ni Nyoman Clara Listya Dewi, S.IP., M.A., selaku Managing Director BASAbali Wiki, menyampaikan bahwa pemuda akan terlibat dalam diskusi konstruktif selama dua hari. Pada akhir konferensi, mereka akan menghasilkan Youth Communiqué yang menjadi acuan untuk menetapkan tiga isu prioritas dalam menjalankan program Wikithon Partisipasi Publik BASAbali Wiki selama satu tahun ke depan. Program ini berupa lomba gagasan dan adu solusi yang menyoroti permasalahan di Bali serta isu-isu yang dekat dengan kehidupan pemuda.
Peserta konferensi mengikuti rangkaian workshop peningkatan kapasitas yang dibawakan oleh tokoh-tokoh inspiratif yaitu I Wayan Juniarta (Critical Thinking Workshop), I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D. (Collaborative Problem Solving Workshop), Ni Ketut Sudiani (Persuasive Writing & Advocacy Workshop), dan Dr. Harla Sara Octarra (Metodologi Kolaboratif).
Selain workshop, konferensi ini diramaikan dengan berbagai agenda seperti Talk Show Pemimpin Muda Bali, Malam Inspirasi Pemuda, Taman Gagasan, Dialog Tematik, Sharing Session pemenang Wikithon Partisipasi Publik, hingga Deklarasi Komitmen Bersama. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyikapi isu publik secara konstruktif. Melalui forum ini, dengan semangat totalitas, solidaritas, dan loyalitas, pemuda Bali diharapkan berani bersuara, berdaya, dan berkolaborasi membangun Bali serta Indonesia yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan. (rah)











