Barometer Bali | Denpasar – Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 pada 12 Juli 2025, semangat koperasi kembali menggeliat di Bali. Salah satu penggerak utamanya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang dinilai mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan kemandirian ekonomi Bali.
I Wayan Sumerta, SE., MM., Ak, Ketua Koperasi Konsumen Puskopkar Kerthi Bali skd—koperasi sekunder tingkat Provinsi Bali—menegaskan pentingnya peran Kopdes Merah Putih dalam mendukung pembangunan sektor riil.
“Untuk Bali, pemerintah daerah dapat memanfaatkan keberadaan Kopdes untuk mempercepat dan memperkuat kemandirian pangan,” ujar Sumerta ditemui usai persembahyangan di Pura Luhur Candi Narmada, Suwung Kauh, Denpasar, pada Purnama Kasa, Kamis (10/7/2025).
Sumerta menilai potensi Kopdes sangat luas, mulai dari pertanian, hortikultura, perkebunan (kopi, kakao, buah-buahan), hingga peternakan dan perikanan. Ia juga menyinggung pentingnya Kopdes ikut mendukung tata kelola produksi Arak Bali, garam tradisional, serta pengembangan tanaman obat herbal.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi inisiatif pendirian Klinik Desa oleh Kopdes, terutama bila mampu menyerap tenaga profesional seperti dokter dan apoteker.
Namun, Sumerta mengingatkan agar Kopdes Merah Putih tidak terjun ke sektor jasa keuangan atau simpan pinjam. Pasalnya, ekosistem lembaga keuangan desa di Bali seperti LPD, BUMDes, dan koperasi simpan pinjam sudah sangat kuat dan mendominasi sekitar 99% dari total 5.000 koperasi yang ada di Bali.
“Kopdes sebaiknya fokus pada sektor riil dan distribusi logistik pangan, bukan simpan pinjam,” tegas Sumerta yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri di DEKOPIN Pusat.
Puskopkar Kerthi Bali, lanjutnya, siap melakukan pendampingan dan kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih yang serius menjalankan programnya. Program pelatihan bagi pengurus dan anggota Kopdes dinilai sangat penting untuk memperkuat kelembagaan dan prinsip koperasi.
“Kalau ini dilakukan dengan terstruktur, pola top-down dalam pendirian Kopdes akan terkikis, dan koperasi benar-benar mampu menyejahterakan anggotanya,” ucapnya.
Di momentum Hari Koperasi ke-78 ini, Sumerta mengajak seluruh insan koperasi membangun semangat kemandirian ekonomi sesuai spirit Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Koperasi kuat, perekonomian merata, masyarakat adil dan makmur akan terwujud. Indonesia Emas menanti,” pungkas Sumerta. (rah)











