Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, berkomitmen untuk membangun budaya hidup sehat di kalangan masyarakat Bali (barometerbali/rah)
Denpasar | barometerbali – Gubernur Bali, Wayan Koster, berkomitmen untuk membangun budaya hidup sehat di kalangan masyarakat Bali. Baginya, keberhasilan sektor kesehatan bukan diukur dari banyaknya rumah sakit yang beroperasi, tetapi dari minimnya warga yang jatuh sakit. Oleh karena itu, ia menggandeng akademisi, dokter, serta lulusan kesehatan masyarakat dari berbagai perguruan tinggi di Bali untuk melakukan mitigasi kesehatan.
“Soal kesehatan, saya ingin bekerja sama dengan fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat di seluruh Bali. Saya ingin menjadikan kesehatan sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Bali,” ujar Koster dalam acara pengukuhan Guru Besar Tetap di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Jumat, 7 Maret 2025.
Di hadapan Rektor Unmas Denpasar, I Made Sukamerta, serta para akademisi, Koster menegaskan bahwa tingginya angka pasien di rumah sakit menandakan kegagalan dalam membangun sektor kesehatan.
“Kita harus berusaha agar hanya sedikit orang yang sakit. Kalau banyak warga yang masuk rumah sakit, berarti ada yang kurang tepat dalam penanganan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Koster akan memprioritaskan program kesehatan berbasis pola hidup sehat dan bahagia. Program ini mencakup berbagai aspek, seperti pola makan dan minum yang sehat, lingkungan yang bersih, sanitasi yang baik, serta berbagai faktor pendukung lainnya.
“Semua elemen pendukung hidup sehat ini sebenarnya sudah tersedia di perguruan tinggi. Maka, kita harus memberdayakan mereka dan berkolaborasi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Komitmen Koster terhadap kesehatan dan lingkungan juga ditunjukkan dengan aksinya menanam pohon di kawasan kampus Unmas Denpasar setelah acara pengukuhan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penghijauan untuk menjaga kualitas udara di Bali tetap bersih. (rah)











