Koster Gratiskan Kuliah dan Biaya Hidup 1.450 Mahasiswa Miskin

Screenshot_20250729_214705_InCollage - Collage Maker
Gubernur Koster bersama 28 Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan para pimpinan kampus di Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (29/7/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster kembali meluncurkan program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pendidikan. Melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, sebanyak 1.450 mahasiswa dari keluarga miskin yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana akan memperoleh biaya kuliah dan hidup secara gratis selama delapan semester.

Program ini dijalankan melalui kerja sama antara Pemprov Bali dengan 28 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali. Seluruh biaya kuliah, termasuk uang pangkal, pembangunan, hingga pendaftaran, akan ditanggung sepenuhnya tanpa pungutan dari pihak kampus.

Berita Terkait:  Bunda Literasi Kota Denpasar Buka KRAMA SMAN 7 Denpasar, Tekankan Literasi Tanpa Batas untuk Generasi Muda

“Untuk mahasiswa yang tinggal di Denpasar dan Badung, Pemprov memberikan bantuan Rp1,4 juta per bulan, sedangkan untuk wilayah Buleleng dan Karangasem sebesar Rp1,2 juta,” rinci Koster saat penandatanganan kerja sama dengan para pimpinan kampus di Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (29/7/2025).

Total anggaran yang disiapkan dari APBD Bali untuk program ini hingga akhir 2025 mencapai Rp9,7 miliar, dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp27 miliar pada 2026 saat program berjalan penuh setahun.

Berita Terkait:  Optimalisasi Aset Daerah, Gubernur Koster Teken Perjanjian Pemanfaatan Tanah Kawasan Lot S5 Nusa Dua dengan PT BDL

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini menegaskan bahwa seleksi mahasiswa akan dilakukan secara ketat untuk memastikan penerima benar-benar berasal dari keluarga miskin dan belum memiliki sarjana.

“Saya sangat menghargai komitmen seluruh pimpinan perguruan tinggi yang terlibat. Ini adalah langkah nyata kita bersama dalam menciptakan SDM Bali yang unggul,” tegasnya.

Gianyar menjadi kabupaten pertama yang ikut berkontribusi. Koster menargetkan seluruh kabupaten/kota di Bali akan mulai ikut membiayai mahasiswa baru pada 2026 sesuai kapasitas fiskal masing-masing. (red)

Berita Terkait:  Isu Bali Sepi Terbantahkan, Koster Ungkap Lonjakan Kunjungan Wisman

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI