Barometer Bali |Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam memprioritaskan program publik saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (28/7/2025), di Gedung Wiswa Sabha Utama.
Beberapa program prioritas yang ditekankan meliputi layanan Trans Metro Dewata, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga optimalisasi pungutan wisatawan asing (PWA).
“Penyesuaian anggaran diarahkan untuk mendukung kebutuhan riil masyarakat,” ungkap Koster.
Ia menjelaskan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah disusun dengan mempertimbangkan realisasi sebelumnya dan ketentuan regulasi terbaru, termasuk dampak pemberlakuan opsen PKB dan BBNKB sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022. Penurunan tarif pajak hingga 39,73% diharapkan bisa meringankan beban wajib pajak.
Meski Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pusat menurun, kebutuhan belanja tetap bisa ditutupi melalui dana daerah. Program layanan Trans Metro Dewata, misalnya, dialokasikan Rp57 miliar lebih dengan pola pembiayaan bersama pemprov dan pemkab/kota terkait.
Gubernur Koster juga menanggapi usulan Dewan terkait penanganan infrastruktur Bali Utara, pengendalian toko modern, revitalisasi pasar tradisional, hingga isu Majelis Desa Adat. Ia mengajak agar perbedaan pandangan disikapi secara bijak dan tidak menimbulkan polemik publik.
“Penyesuaian postur anggaran akan kami lakukan demi menampung kebutuhan program prioritas dan akomodasi kebijakan nasional di daerah,” pungkas Gubernur Koster. (red)











