Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Koperasi Bina Usaha Kerthi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (16/1).
Dalam pertemuan tersebut, Koster menyoroti potensi besar peternakan babi di Bali yang didukung oleh sumber daya manusia peternak yang berpengalaman.
Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, akan memperkuat regulasi serta infrastruktur guna mendorong pengembangan sektor peternakan dan pertanian secara berkelanjutan.
Pengembangan peternakan babi akan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni pemurnian dan penguatan plasma nutfah babi lokal Bali serta pengembangan babi ras untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Selain itu, Pemprov Bali juga mendorong pengembangan komoditas pertanian unggulan seperti padi Sudaji yang memiliki masa panen relatif singkat sekitar 105 hari dengan potensi hasil yang menjanjikan.
“Kita ingin ekonomi Bali tumbuh kuat, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai lokal, koperasi, dan kebersamaan. Inilah Ekonomi Kerthi Bali,” ujar Koster.
Ia menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari pembangunan ekonomi Bali yang berkeadilan dan berkelanjutan serta berpihak kepada masyarakat. (red)











