Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan kepada DPRD Bali bahwa tambahan penyertaan modal daerah sebesar Rp445 miliar ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali berada dalam pengawasan ketat.
Hal itu Ia tegaskan usai sidang penetapan Raperda penambahan penyertaan modal daerah ke BPD Bali menjadi Perda, di Wisma Sabha Utama, Rabu (21/1/2026).
Koster memastikan BPD Bali tidak akan bermain-main dalam mengelola keuangan daerah tersebut. Ia mengaku memiliki analisis tersendiri dalam memantau kinerja BPD Bali, sehingga potensi penyimpangan ia bisa deteksi.
“Jadi direksi ngak bisa bohong sama saya. Saya punya ilmu lain untuk meneropong dan mengkomparasikan apa yang disampaikan dengan apa yang saya punya. Jadi cara saya begitu, ngak bisa tipu dia,” tegas Koster.
Koster menilai pengawasan terhadap BPD Bali bukanlah hal yang sulit baginya. Menurutnya, tidak perlu waktu lama untuk menelusuri apabila terdapat indikasi penyimpangan.
“Ini (saya) tiga periode di badan anggaran ngak bisa ditipu. BPD terlalu kecil buat saya. Pak, BUMN berapa itu, bertriliun-triliun itu. Jadi buat saya ini ngak perlu berjam-jam, satu jam selesai,” tegas Koster.
Kendati demikian, Koster menegaskan bahwa BPD Bali saat ini berbeda dibandingkan periode-periode sebelumnya. Menurutnya, saat ini BPD Bali sudah dikelola secara profesional.
Bahkan kata Koster, tidak ada lagi pegawai titipan maupun oknum yang bertindak tidak sesuai aturan. Ia mengaku telah melakukan pembinaan secara langsung terhadap jajaran direksi dan komisaris, yang semuanya sudah berkompeten.
“Prestasinya sudah ada dan konkret. Kalau sekarang katakanlah kita kasih skor A, sebenarnya masih bisa ditingkatkan menjadi A plus 3,” ujarnya.
Menurutnya, masih ada satu kelemahan yang perlu segera dibenahi agar BPD Bali mampu bersaing dengan bank-bank besar yakni pada aspek teknologinya.
“Maka dalam manajemen saya sudah memberikan dan sudah disetujui harus ditambah dengan kekuatan sistem dan teknologi yang memadai. Itu membuat tertinggal dengan BCA dan lain-lain,” pungkasnya.***











