Denpasar | barometerbali – Kue keranjang atau nian gao merupakan makanan khas China yang kerap disajikan saat merayakan Tahun Baru Imlek.
Tahun ini, Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili diperingati pada Rabu 29 Januari 2025.
Dikutip dari China Highlights, kue keranjang melambangkan pendapatan lebih tinggi, kedudukan lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak, dan harapan tahun yang lebih baik.
Karena itu, warga keturunan Tionghoa menikmati kue keranjang selama periode Tahun Baru Imlek yang dianggap membawa keberuntungan.
Jika kue keranjang di Indonesia identik berwarna coklat dan rasanya manis, warga China memiliki kudapan khas di daerah masing-masing.
Kue keranjang di China utara berwarna putih dan kuning dengan rasa manis.
Sementara warga Shanghai mengenal nian gao berwarna putih yang dimasak untuk masakan gurih.
Adapun kue keranjang di China bagian selatan, berwarna kecoklatan karena dibuat dengan gula merah.
Meski rasanya manis dan enak, kue keranjang mengandung gula yang banyak.
Ini membuat makanan itu perlu dikonsumsi secukupnya.
Kandungan Gizi Kue Keranjang
Dilansir dari situs Asosiasi Keluarga Gizi (AKG) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), kue keranjang memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.
Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang dimasak.
Lalu, adonan tadi dicetak dengan cetakan berbentuk bundar seperti keranjang.
Setiap 100 gram kue keranjang mengandung gizi sebagai berikut:
Energi: 148 kilokalori
Protein: 2,83 gram
Karbohidrat: 33,84 gram
Gula: 20,64 gram
Lemak: 0,37 gram
Sodium: 104 miligram
Potassium: 105 miligram
Kue keranjang memiliki kadar karbohidrat dan gula yang cukup tinggi.
Karenanya, kudapan ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu berlebihan.
Konsumsi kue keranjang secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Risiko Makan Kue Keranjang
Dokter Rumah Sakit Miri di Sarawak Malaysia, Fam Tem Lom mengungkapkan, kue keranjang memiliki nilai gizi yang rendah.
“Kue keranjang memiliki nilai gizi yang sangat rendah, hanya mengandung pati dan gula,” ujarnya,
“Itu (kue keranjang) tidak memberikan kontribusi terhadap nilai kesehatan apa pun. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengkonsumsinya terlalu banyak,” lanjut dia. (ari)











