Kunjungan Wisatawan ke Desa Tenganan Pegringsingan Bali Naik 100 Persen per Hari

BARO NOV F 49
Sekelompok perempuan di Desa Tenganan, Karangasem, Bali, saat sedang perayaan keagamaan Hindu. (barometerbali/dok.shutterstock/MarioAndi)

Barometer Bali | Karangasem – Kunjungan ke Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, naik hingga 100 persen per hari, jika dibandingkan dengan kunjungan wisatawan tahun lalu.

Kunjungan wisatawan masih didominasi wisatawan mancanegara (wisman), seperti dari Eropa dan Australia.

Diperkirakan kunjungan akan terus naik hingga menjelang akhir tahun mendatang, ketika beberapa negara memasuki musim liburan.

“Mereka datang ke Tenganan Pegringsingan tujuannya untuk melihat keasrian, adat istiadat, dan budaya. Tenganan Pegringsingan memiliki kelebihan di sektor budaya. Apalagi Bulan Juni 2023 akan digelar Gered Pandan. Mungkin wisatawan terus naik,” kata Ketua Pengelola Wisata Tenganan Pegeringsingan, I Putu Wiadnyana.

Berita Terkait:  Koster Tepis Isu Sepi, Wisman Bali Tembus 6,9 Juta

Ia menyebutkan, saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tenganan Pegeringsingan mencapai sekitar 75-80 orang per hari.

Angka ini diperkirakan sudah kembali seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Semoga jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tenganan Pegringsingan terus mengalami peningkatan. Apalagi beberapa hari terakhir akan digelar tradisi serangkaian usaba sambah,” kata dia.

Pesona alam dan atraksi budaya jadi daya tarik

Dikutip dari situs Jaringan Desa Wisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Desa Wisata Tenganan Pegringsingan memiliki karakteristik sebagai destinasi budaya, khususnya terkait kebudayaan Bali masa pra-Majapahit.

Berita Terkait:  Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Tembus 1 Juta Selama Posko Nataru

Hal itu membuat desa ini dikenal sebagai Desa Bali Aga atau desa tua.

Letak desa ini sekitar 48 kilometer dari Ubud, atau bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 1,5 jam.

Di sana, wisatawan bisa menemukan hutan adat yang lestari dan area persawahan luas nan menyegarkan mata, serta sungai dengan air jernih.

Atraksi budaya juga menjadi daya tarik utama desa ini karena tidak ada di tempat lain, seperti Tradisi Perang Pandan.

Berita Terkait:  Rekomendasi 8 Tempat Makan Kulineran Malam di Bali, Harga Makanan Terjangkau

Beberapa kerajinan tangan khas desa juga kerap dijadikan buah tangan para wisatawan, seperti kerajinan tenun grinsing yang langka dan hanya ada di tiga tempat di dunia.

Menurut Wiadnyana, peningkatan kunjungan wisata juga memengaruhi penjualan kerajinan, termasuk tenun grinsing.

“Selain kain grinsing, ada juga kerajinan buat tulisan dan gambar di lontar. Permintaannya lumayan meningkat. Penjual cinderamata khas Tenganan Pegeringsingan. Dan ini sangat beerdampak pada ekonomi warga,” ujar Wiadnyana. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI