Barometer Bali | Denpasar – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan ke provinsi Bali, pada Senin (24/11/2025) di rumah susun ASN kementerian keuangan di Renon, Denpasar. Dalam kunjungan tersebut ia menyampaikan akan membangun (rusun) elite bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Renon, Kota Denpasar.
“Saya rasa (perlu rusun), tapi itu jangan lagi buat ASN, itu penting buat MBR, buat masyarakat. Ini kan daerahnya daerah elite. Buatlah sekali-sekali rakyat itu ada di daerah elit,”Ujarnya.
Ia mengatakan, bahwa rumah susun yang nantinya akan dibangun dengan desain yang bagus dengan sentuhan kearifan lokal Bali.
“Desainnya bagus ya, supaya rakyat juga bisa merasakan ada gunanya negara ini. Jangan cuma dipidatoin aja gitu, pro-rakyat, pro-rakyat, tapi tidak pernah melakukan sesuatu yang kerja dengan cepat,”tambahnya.
Ara mengatakan rusun di kawasan elite Denpasar bukan hanya sekadar soal status saja, tetapi juga beberapa solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Ia menyoroti rusun ini bisa menekan angka penggunaan kendaraan yang menyebabkan kemacetan.
“Kalau saya melihat di sini bagus, lahannya sudah ada, ini daerah yang super padat, cari nanti yang pengguninya misalnya MPR, tapi yang kerja dekat sini. Supaya apa? Supaya nggak usah pakai mobil, pakai motor, jalan aja,” ungkap Ara.
Ia menambahkan, “Jadi untuk menghindari kemacetan, salah satunya adalah juga konsepnya, membuat mereka tinggal dekat dengan pekerjaan.”
Kementerian PKP, tambah Ara, akan menyiapkan kriteria bagi calon penghuni rusun tersebut, salah satunya belum mempunyai tempat tinggal dan bekerja di dekat rusun.
“Nah, itu ada kriteriannya. Harus disusun, nanti kita kerjasama dengan BPS. Kayak kita kan nanti data scan,” tandas Maruarar Sirait. (rian)











