Lansia Sering Meludah Jangan Dianggap Sepele, Ini Penjelasan Medisnya

Screenshot_20260115_173459_Gallery
Air liur berlebihan atau hipersalivasi pada orang dewasa dan lansia bukan semata berlebihnya produksi air liur, tapi juga akibat kesulitan menelan dan menurunnya kontrol otot mulut. (barometerbali/ilustrasi)

Barometer Bali | Denpasar – Kebiasaan meludah berulang kali pada lansia kerap dianggap sebagai hal biasa akibat faktor usia. Namun sejumlah media kesehatan dan sumber medis tepercaya menyebutkan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kontrol otot, sistem saraf, serta kesehatan mulut.

Bukan Sekadar Air Liur Berlebih
Mengutip artikel kesehatan yang ditinjau tenaga medis di Alodokter, air liur berlebihan atau hipersalivasi atau drooling pada orang dewasa dan lansia sering bukan disebabkan oleh produksi air liur semata, melainkan akibat kesulitan menelan dan menurunnya kontrol otot mulut.

Kondisi ini umum terjadi seiring proses penuaan, terutama pada lansia dengan gangguan gigi, efek samping obat, atau penyakit tertentu.

Berita Terkait:  Obituari I Gusti Ngurah Arimbawa Jejak Kejujuran, Kerja Keras, dan Warisan Nilai Kehidupan

Kelemahan Otot dan Kontrol Neuromuskular
Media kesehatan internasional MedicineNet dalam artikel yang ditinjau dokter menjelaskan bahwa pada lansia, kendali neuromuskular di sekitar bibir, lidah, dan tenggorokan dapat melemah. Akibatnya, air liur tidak tertelan dengan baik dan keluar secara tidak sadar, terutama saat berbicara atau posisi tubuh tidak tegak.

Kondisi ini juga sering ditemukan pada lansia pascastroke, penderita Parkinson, dan gangguan saraf lainnya.

Faktor Penyebab Lain yang Umum Terjadi
Berdasarkan rangkuman berbagai sumber medis, penyebab lansia sering meludah antara lain:
– Masalah gigi dan gusi, termasuk gigi palsu – yang tidak pas
– Efek samping obat-obatan tertentu
– Gangguan saraf dan otot menelan
– Infeksi saluran pernapasan atas dengan produksi lendir berlebih

Berita Terkait:  Darah Kering Caracas, Hantu Kutub Utara

Risiko Jika Tidak Ditangani
Menurut edukasi kesehatan geriatri dari Ikatan Dokter Indonesia, kebiasaan meludah berlebihan dapat meningkatkan risiko iritasi kulit di sekitar mulut, dehidrasi ringan, gangguan kebersihan, hingga aspirasi air liur ke paru-paru pada kondisi tertentu.

Selain berdampak medis, kebiasaan ini juga memengaruhi kenyamanan sosial lansia dan lingkungan sekitarnya.

Cara Mengatasi yang Dianjurkan
Media kesehatan dan panduan medis menyarankan beberapa langkah berikut:
– Pemeriksaan gigi dan mulut secara rutin
– Evaluasi obat-obatan oleh dokter
– Latihan menelan dan otot mulut dengan terapis wicara
– Menjaga posisi duduk tegak, terutama setelah makan
– Memastikan asupan cairan harian tercukupi
– Jika keluhan disertai bicara pelo, sulit menelan, atau air liur keluar terus tanpa sadar, lansia disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Berita Terkait:  Sengatan Listrik Water Heater Kembali Telan Korban, Ini Penyebab Teknis dan Cara Mencegahnya

Penutup
Kebiasaan lansia sering meludah bukan sekadar persoalan usia, melainkan dapat menjadi sinyal gangguan kesehatan yang perlu perhatian. Dengan rujukan informasi medis yang tepat dan penanganan dini, kualitas hidup lansia dapat tetap terjaga. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI