Barometer Bali | Bangli – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Bukthi Mukthi Bhakti, Kantor Bupati Bangli, pada Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan Surat Keputan Bupati Bangli Nomor : 800.1.3.3/169/2026 sebanyak 39 orang pejabat dilantik untuk mengisi berbagai posisi strategis, mulai dari Sekretaris Dinas (Sekdis), Kepala Bidang (Kabid), hingga Kepala Sub Bagian (Kasubag).
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah serta undangan terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menegaskan bahwa proses mutasi dan promosi ini merupakan hasil penyaringan ketat oleh tim penilai. Ia menjamin bahwa penempatan jabatan didasarkan pada kompetensi keilmuan dan rekam jejak, bukan faktor kedekatan personal.
“Saya yakin kawan-kawan yang dilantik hari ini tidak tahu akan diposisikan di mana. Ini adalah hasil rapat tim untuk mencari orang yang secara keilmuan mumpuni dan mampu menjadi tembok yang kuat bagi tim Pemda Bangli,” ujar Bupati.
Mengingat kondisi keuangan daerah Kabupaten Bangli yang masih terbatas, Bupati meminta para pejabat baru untuk meninggalkan pola kerja rutinitas. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk kreatif melakukan efisiensi dan aktif “menjemput bola” ke pemerintah pusat.
“Kita harus sensitif terhadap informasi di kementerian dan lembaga terkait. Bagaimana dana-dana pusat bisa masuk ke Bangli. Dengan uang yang sedikit, kita harus bisa membangun banyak hal melalui inovasi dan kreativitas,” tegasnya.
Bupati juga membawa kabar optimis terkait rampungnya kajian potensi air di Bangli. Potensi imbal jasa lingkungan dari kabupaten/kota lain diperkirakan mencapai Rp600 hingga Rp700 miliar per tahun. Jika terealisasi, struktur APBD Bangli diprediksi akan jauh lebih sehat di masa depan.
Salah satu poin menarik dalam arahan Bupati adalah imbauan agar ASN dan pejabat lebih bijak serta responsif terhadap isu di media sosial, di era digital seperti sekarang. Ia juga memberikan atensi khusus pada penggunaan media sosial. Dan meminta ASN untuk responsif dan mampu mengklarifikasi isu-isu yang berkembang secara proporsional agar tidak menjadi bola liar.
“Jangan malah ikut menyerang kebijakan pemerintah sendiri. Jika ada isu yang melenceng dari fakta, segera komunikasikan. Kita harus membangun citra yang baik karena kita sedang melakukan perbaikan besar-besaran di Bangli,” imbuhnya, mencontohkan isu keterlambatan armada sampah yang sering kali diviralkan secara tidak berimbang.
Menutup arahannya, Bupati Sedana Arta membocorkan akan adanya evaluasi dan penyegaran untuk jabatan Eselon II dalam waktu dekat, menyusul adanya 4 hingga 6 posisi yang kosong karena pejabat sebelumnya memasuki masa pensiun.
“Intinya, nikmati pekerjaan ini sebagai ASN, jangan dijadikan beban, dan selalu gunakan jalur koordinasi yang cepat agar masalah teknis di bawah segera tertangani,” pungkasnya. (rah)











