Barometer Bali | Denpasar – Dalam rangka mengimplementasikan 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan secara proaktif melaksanakan razia serentak gabungan pada Jumat, (10/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung sinergis ini melibatkan unsur penting seperti Satuan Tugas (Satgas) Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, bersama dengan anggota TNI dan Polri dari Polres Badung serta Koramil 1611/03 Kuta.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan Hudi Ismono, mengatakan bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dan aman dari gangguan keamanan.
Hudi menyampaikan, penggeledahan difokuskan pada 16 kamar hunian di Wisma Yudistira dan Wisma Bima. Operasi ini bertujuan untuk meminimalisir peredaran benda-benda berbahaya dan terlarang, seperti senjata tajam, alat komunikasi, dan barang lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas di dalam Lapas. Seluruh temuan yang didapat kemudian diinventarisir dan akan segera dimusnahkan sesuai prosedur. Sebagai bagian integral dari langkah strategis “Lapas Bersih dari Narkoba”, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine secara acak.
“Sebanyak 30 warga binaan menjalani tes di klinik Lapas. Upaya preventif ini membuahkan hasil yang sangat positif, di mana seluruh sampel urine dinyatakan negatif narkotika,”ujar Hudi
“Ini adalah capaian membanggakan yang menegaskan efektivitas program dan kesadaran warga binaan dalam menjauhi penyalahgunaan zat terlarang,” tambahnya.
Keseluruhan kegiatan berlangsung humanis, aman, tertib, dan terkendali, mencerminkan profesionalisme seluruh petugas yang terlibat. Lapas Kelas IIA Kerobokan berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi disiplin bagi setiap pelanggaran, demi mewujudkan kondisi Lapas yang kondusif dan sejalan dengan visi Pemasyarakatan yang berintegritas.***











