Layanan Kesehatan dan Sembako Warnai Sewaka Dharma Terpadu di Bungaya

Screenshot_20250831_082607_InCollage - Collage Maker
Puskor Hindunesia gelar program Sewaka Dharma Terpadu (SDT) 2025 dengan menghadirkan layanan kesehatan, bantuan kursi roda, tongkat walker, hingga pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu di Desa Adat Bungaya, Karangasem, Sabtu (30/8/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali |Karangasem – Puskor Hindunesia kembali menggelar program Sewaka Dharma Terpadu (SDT) 2025 dengan menghadirkan layanan kesehatan, bantuan kursi roda, tongkat walker, hingga pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kali ini kegiatan berlangsung di Desa Adat Bungaya, Karangasem, Sabtu (30/8/2025).

Ketua Umum Puskornas Hindunesia, Dr (Hc) Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata Puskor terhadap umat Hindu di Bali.

“Kami terjun langsung ke kantong-kantong umat untuk melakukan pemberdayaan sumber daya Hindu. Desa Adat Bungaya dipilih karena masih mampu menjaga kearifan lokal, dan ini harus kita dukung dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Susena.

Berita Terkait:  Rangkul Insan Pers, Koster Tegaskan Media Mitra Strategis Jalankan Haluan Bali 100 Tahun

Hal senada disampaikan Ir Nyoman Marhaendra, Ketua Korwil Provinsi Bali, yang menekankan bahwa SDT bukan hal baru dan sudah dilakukan di berbagai desa adat.

“Sewaka Dharma Terpadu telah berlangsung di Aan Klungkung, Serangan Denpasar, Pejeng Gianyar, dan kini di Bungaya. Kami menghadirkan layanan pemeriksaan dini penyakit jantung, bekerja sama dengan BaliMed Karangasem, RSUD Karangasem, Puskesmas Bebandem, PMI, dan sejumlah klinik. Bahkan kami menyerahkan sembako untuk 10 veteran pejuang negara di Karangasem,” ungkap Marhaendra.

Ketua Panitia SDT, Drs. I Ketut Purnawan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini.

Berita Terkait:  Dwikorita: Risiko Bencana Sumatra Jauh Melampaui Kapasitas Penanganan

“Kami sangat berterima kasih Desa Adat Bungaya dipercaya sebagai tuan rumah. Masyarakat, khususnya para werda (lansia, red) bisa terbantu baik secara medis maupun non-medis. Terima kasih juga kepada para sponsor yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini,” kata Purnawan.

Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan Aplikasi Jagathita, sebuah sistem database krama yang dirancang untuk mendukung kemandirian ekonomi desa adat.

“Aplikasi ini bisa digunakan untuk mendata Krama Mipil, Krama Tamiu, dan Tamiu, sehingga hak dan kewajiban tiap kelompok dapat dikelola dengan baik. Kelian Banjar Adat juga bisa memperbarui data secara langsung melalui koordinasi dengan banjar dinas,” jelas Dr Ir I Ketut Susila Dharma.

Berita Terkait:  PDI Perjuangan Serahkan Dana Gotong Royong Rp 517 Juta untuk Korban Banjir Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara

Sementara itu, De Penyarikan Desa Bungaya sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.

“Kami sangat berterima kasih, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga Bungaya untuk belajar dari luar desa adat sekaligus merasakan manfaat langsung dari program Sewaka Dharma Terpadu,” pungkasnya.

Program SDT 2025 ini kembali menegaskan komitmen Puskor Hindunesia dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat Hindu di Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI