Barometer Bali |Karangasem – Puskor Hindunesia kembali menggelar program Sewaka Dharma Terpadu (SDT) 2025 dengan menghadirkan layanan kesehatan, bantuan kursi roda, tongkat walker, hingga pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kali ini kegiatan berlangsung di Desa Adat Bungaya, Karangasem, Sabtu (30/8/2025).
Ketua Umum Puskornas Hindunesia, Dr (Hc) Ida Bagus Ketut Susena, S.Kom, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata Puskor terhadap umat Hindu di Bali.
“Kami terjun langsung ke kantong-kantong umat untuk melakukan pemberdayaan sumber daya Hindu. Desa Adat Bungaya dipilih karena masih mampu menjaga kearifan lokal, dan ini harus kita dukung dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Susena.
Hal senada disampaikan Ir Nyoman Marhaendra, Ketua Korwil Provinsi Bali, yang menekankan bahwa SDT bukan hal baru dan sudah dilakukan di berbagai desa adat.
“Sewaka Dharma Terpadu telah berlangsung di Aan Klungkung, Serangan Denpasar, Pejeng Gianyar, dan kini di Bungaya. Kami menghadirkan layanan pemeriksaan dini penyakit jantung, bekerja sama dengan BaliMed Karangasem, RSUD Karangasem, Puskesmas Bebandem, PMI, dan sejumlah klinik. Bahkan kami menyerahkan sembako untuk 10 veteran pejuang negara di Karangasem,” ungkap Marhaendra.
Ketua Panitia SDT, Drs. I Ketut Purnawan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini.
“Kami sangat berterima kasih Desa Adat Bungaya dipercaya sebagai tuan rumah. Masyarakat, khususnya para werda (lansia, red) bisa terbantu baik secara medis maupun non-medis. Terima kasih juga kepada para sponsor yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini,” kata Purnawan.
Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan Aplikasi Jagathita, sebuah sistem database krama yang dirancang untuk mendukung kemandirian ekonomi desa adat.
“Aplikasi ini bisa digunakan untuk mendata Krama Mipil, Krama Tamiu, dan Tamiu, sehingga hak dan kewajiban tiap kelompok dapat dikelola dengan baik. Kelian Banjar Adat juga bisa memperbarui data secara langsung melalui koordinasi dengan banjar dinas,” jelas Dr Ir I Ketut Susila Dharma.
Sementara itu, De Penyarikan Desa Bungaya sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir.
“Kami sangat berterima kasih, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi warga Bungaya untuk belajar dari luar desa adat sekaligus merasakan manfaat langsung dari program Sewaka Dharma Terpadu,” pungkasnya.
Program SDT 2025 ini kembali menegaskan komitmen Puskor Hindunesia dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat Hindu di Bali. (red)











