Legenda Perayaan Cap Go Meh, Benarkah Aslinya untuk Mengecoh Kaisar Langit yang Marah?

BB FEB F 4
Perayaan Cap Go Meh 2025 jatuh pada 12 Februari 2025. (barometerbali/shutterstock)

Denpasar | barometerbal – Perayaan Cap Go Meh ternyata berbeda dengan Imlek.

Inilah legenda perayaan Cap Go Meh yang membuat penasaran.

Legenda Cap Go Meh ternyata untuk mengecoh Kaisar Langit yang marah.

Cap Go Meh merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Perayaan Cap Go Meh diselenggarakan pada hari ke-15 di bulan pertama kalender Imlek.

Cap Go Meh menjadi salah satu festival besar yang dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Acara ini bertujuan untuk menghibur masyarakat dengan beragam pertunjukan, seperti atraksi Barongsai, Liong, serta keindahan ratusan lampion yang menerangi malam.

Berita Terkait:  Tiga Dermawan Gelar Upacara Pamahayu Jagat Segara Kertih di Pura Beji Segara Rupek

Sejarah dan cerita legenda dalam perayaan Cap Go Meh

Pada awalnya, perayaan Cap Go Meh diadakan sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Thai Yi, yang dianggap sebagai dewa tertinggi pada masa Dinasti Han (206 SM–221 M).

Kala itu, para biksu menyalakan lampion pada hari ke-15 Tahun Baru sebagai tanda penghormatan kepada Sang Buddha.

Seiring waktu, tradisi tersebut mulai diadopsi oleh masyarakat luas dan menyebar ke berbagai wilayah di Tiongkok serta belahan Asia lainnya.

Selain itu, Cap Go Meh juga dikaitkan dengan legenda Kaisar Langit (You Di) yang murka terhadap penduduk sebuah kota karena telah membunuh burung kesayangannya.

Berita Terkait:  Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional

Sebagai bentuk hukuman, sang Kaisar berencana membakar kota tersebut.

Namun, niatnya berhasil digagalkan oleh putrinya yang memberi saran kepada warga untuk menyalakan lampion di seluruh penjuru kota pada hari yang telah ditetapkan untuk penghancuran.

Melihat cahaya lampion yang menyala di mana-mana, Kaisar Langit mengira kota itu sudah terbakar dan membatalkan rencananya.

Kota itu pun selamat dari kehancuran, dan sebagai bentuk peringatan serta rasa syukur, masyarakat terus merayakan tradisi ini setiap tahun dengan menyalakan lampion warna-warni di seluruh penjuru kota.

Lantas, kapan perayaan Cap Go Meh 2025?

Berita Terkait:  Usung Tema Tat Twam Asi, Diah Safira Prananda: Singgasana Seni Bung Karno, Penghormatan Semua Makhluk Hidup

Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek atau hari ke-15 dalam bulan pertama kalender Lunar.

Biasanya, perayaan ini berlangsung antara tanggal 4 Februari hingga 6 Maret dalam kalender Masehi.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Cap Go Meh pada tahun 2025 jatuh pada hari Rabu, 12 Februari.

Momen ini bertepatan dengan kemunculan bulan purnama pertama yang menandai awal tahun, sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan Imlek 2025.

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti parade barongsai, menikmati hidangan khas, serta menerbangkan lampion. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI