Ligia Tomas Correia Raih Gelar Doktor Ilmu Peternakan Fapet Unud

Ket foto: Lígia Tomás Correia (kanan) merupakan Wakil Rektor di Bagian Kemahasiswaan (UNTL) berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Peternakan di Fapet Unud (fpt/unud)

Jimbaran | barometerbali – Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Fapet Unud) kembali melahirkan seorang Doktor di bidang Ilmu Peternakan, Lígia Tomás Correia merupakan Wakil Rektor di Bagian Kemahasiswaan dan Koordinator Kebijakan dalam urusan Jender Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), melalui ujian terbuka promosi doktor yang dipimpin Ketua Sidang, Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si di Kampus Unud, Bukit Jimbaran, Senin (3/10/2022).

Berita Terkait:  Ribuan Calon Mahasiswa Padati EXPO PMB Universitas Udayana 2026

Tim Promotor terdiri dari Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, M.S, Prof. Dr. Ir. Ni Nyoman Suryani, M.Si, dan Dr. Ir. I Gusti Lanang Oka Cakra, M.Si. Promosi Doktor pada hari itu menghadirkan 6 orang dosen penyanggah dan 4 orang dosen undangan akademik dari Fapet Unud.

Disertasi yang berhasil dipertahankan berjudul “Dampak Asosiasi Rumput Gajah Kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) dengan Legum Klitoria (Clitoria ternatea L.) terhadap Kondisi Lingkungan Tumbuh Tanaman, Serapan Karbon dan Kecernaan in vitro Hijauan”.

Hasil penelitian disertasi mendapatkan novelty bahwa pemberian dosis inokulum rhizobium 10 g kg-1 benih C. ternatea pada saat ditanam adalah terbaik pada legum klitoria (C. ternatea L.) pada pola monokultur. Pemberian pupuk organik cair berbasis feses sapi dengan konsentresi 1 liter POC berbanding 2 liter air dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) dua hari sekali adalah terbaik pada Rumput Gajah Kate.

Berita Terkait:  Pecah Telur, ITB STIKOM Bali Kukuhkan Guru Besar Pertama

“Serta penanaman Rumput Gajah Kate dan legum dengan pola asosiasi dengan 2, 3 atau 4 antara rumput gajah kate dipupuk POC dan berinokulum rhizobium dapat memberikan nilai kecernaan yang baik pada pola asosiasi untuk Bahan Kering (BK) adalah 71,69%, Bahan Organik (BO) 65, 86%, Protein Kasar (PK) 36,28% dan Serat Kasar (SK) 16,61% hijauan dan berpengaruh terhadap kondisi tumbuh tanaman, serapan karbon dan kecernaan in vitro hijauan,” papar Lígia Tomás Correia.

Berita Terkait:  Wabup Tjok Surya Buka Pengabdian Masyarakat Lustitia FH Unud

Tujuannya dari penelitian yang dilakukan adalah mengevaluasi dampak legum klitoria (Clitoria ternatea L.) dengan dosis dan waktu penambahan inokulum rhizobium terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Yang kedua mengevaluasi dampak rumput gajah kate dengan konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair (POC) berbasis feses sapi terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman.

“Yang ketiga mengevaluasi dampak asosiasi rumput gajah kate dengan legum klitoria (Clitoria ternatea L.) terhadap kondisi lingkungan tumbuh tanaman, serapan karbon dan kecernaan in vitro hijauan,” pungkas Ligia. (BB/501)

Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1949-L%C3%8DGIA-TOM%C3%81S-CORREIA-RAIH-GELAR-DOKTOR-ILMU-PETERNAKAN-FAPET-UNUD.html

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI