Barometer Bali | Badung – Malam Anugerah 25 tahun Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards lima perusahaan berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori Corporate Social Responsibility (CSR). Acara penganugerahan ini digelar di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung, pada Jumat (9/1/2026) malam.
Kelima perusahaan tersebut dinilai paling berhasil memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Mereka unggul di tengah ketatnya persaingan yang melibatkan penilaian terhadap 70 hotel dan destinasi wisata lainnya.
Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menyampaikan apresiasi khusus kepada para pemenang. Menurutnya,perusahaan-perusahaan ini sukses menjaga keharmonisan antara bisnis pariwisata, alam, dan manusia.
Ia menegaskan, THK Awards bukanlah sekadar seremonial belaka. Ajang ini adalah gerakan moral untuk memastikan pariwisata Bali tetap berjalan selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yakni tentang menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
”Pengakuan UN-Tourism sejak 2015 menjadi legitimasi dunia. Ini adalah gerakan moral untuk memastikan setiap rupiah dari pariwisata tetap menjaga harmoni,” ujar Wisnu di sela acara.
Berikut daftar 5 Peraih CSR Terbaik
Penilaian tahun ini dilakukan secara ketat oleh tim asesor independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga jurnalis. Berikut adalah lima perusahaan yang menjadi sorotan utama atas kontribusi sosial mereka:
1. Discovery Kartika Plaza Hotel: Menginisiasi pembentukan UMKM bersama warga sekitar demi meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
2. PT PLN Indonesia Power UBP Bali (PLTDG Pesanggaran): Melakukan inovasi Hybrid Water Pump System di Tabanan dan memberdayakan Kelompok Tani Hutan.
3. PT PLN Indonesia Power UBP Bali (PLTGU Pemaron): Meningkatkan ketahanan pangan berbasis zero waste di Desa Bukti, Buleleng.
4. ITDC: Menggelontorkan dana untuk pertanian organik di Subak Kedisan Kaja, Gianyar, yang sukses menghasilkan panen 120 ton padi organik.
5. Soulshine Bali: Mengalokasikan dana CSR lebih dari Rp500 juta untuk petani Lod Tunduh, termasuk pembuatan jaring sampah sungai (trash boom).
Lebih lanjut, memasuki usia perak (ke-25 tahun), THK Awards membawa visi baru dengan menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali untuk menyambut era Wellness Tourism.
Wisnu menekankan pentingnya staf hotel memiliki kemampuan pertolongan pertama (first aid) yang mumpuni sebagai standar keamanan baru.
”Masyarakat perhotelan adalah yang pertama di TKP. Jika wisatawan mengalami insiden, respons harus cepat. Kita ingin wellness tourism di Bali berakar pada standar keamanan tinggi,” tegasnya.
Selain kategori CSR, panitia juga menganugerahkan Lifetime Achievement Awards kepada 14 hotel yang dinilai konsisten menerapkan prinsip Tri Hita Karana selama dua dekade terakhir.
”Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang, tapi meminjamnya dari anak cucu. Dengan Tri Hita Karana, Bali adalah sebuah doa yang hidup,” tandas Wisnu yang juga wartawan senior pariwisata Bali tersebut. (rian)











