Barometer Bali | Jakarta – LSPR Institute of Communication and Business menegaskan kembali komitmennya terhadap komunikasi yang etis dan bertanggung jawab, menyusul polemik unggahan media sosial salah satu alumninya, Laras Faizati Khairunnisa.
Rektor LSPR, Associate Professor Dr. Andre Ikhsano dalam siaran persnya, menekankan bahwa unggahan tersebut merupakan pendapat pribadi Laras dan tidak mewakili sikap resmi lembaga.
“Sivitas akademika LSPR berdedikasi pada komunikasi yang konstruktif, bukan untuk memicu perpecahan. Kami menolak segala bentuk ujaran kebencian maupun hasutan kekerasan,” tegasnya.
Dr. Ikhsano juga menambahkan, insiden ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab komunikator di tengah derasnya arus media digital. Sebagai tindak lanjut, LSPR akan meluncurkan program kampanye, seminar, dan kegiatan edukatif tentang etika komunikasi digital, guna memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap dampak sosial dan hukum dari setiap pesan yang disampaikan.
Sejak berdiri, LSPR konsisten membekali para mahasiswanya tidak hanya dengan kompetensi teknis, tetapi juga integritas moral yang tinggi. Dengan fondasi ini, institusi yakin dapat terus melahirkan lulusan yang berperan sebagai agen perubahan positif bagi masyarakat.
“Kami percaya pada proses hukum yang berjalan, dan fokus kami tetap menjaga lingkungan akademik yang kondusif serta mendidik komunikator berintegritas,” tutup Dr. Ikhsano. (red)











