Massa Buruh Jatim Sebut Khofifah Tak Layak Gubernur 2 Periode

Foto: Masa Aksi Hari Buruh di Surabaya. (Sumber: BB/Redho).

Surabaya| barometerbali – Ribuan massa aksi Hari Buruh Internasional (May Day) yang terdiri dari berbagai elemen buruh Jatim menyampaikan orasi tuntutannya di Kantor Gubernur Jatim, Kota Surabaya.

Satu diantara sekian ribu buruh yang hadir dalam aksi May Day tersebut adalah Sekretaris Komite Eksekutif Partai Buruh Jawa Timur, Fajar Rubiyanto secara terbuka ia mengungkapkan kekecewaannya kepada Gubernur Jatim Periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkait:  HUT ke-38 WHDI Bali, Koster Titipkan 3 Hal Penguatan Pelestarian Budaya Bali

Pasalnya, selama memimpin Jatim Khofifah dinilai gagal dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan, salah satunya tidak mampu merealisasikan Perda Jaminan Pesangon.

“Terkait Perda Jaminan Pesangon, itu sudah janji Ibu Gubernur sejak 2019 dikarenakan banyak persoalan pesangon yang membuat kami menuntut perlindungan hak hak pekerja ketika terjadi PHK,” ujar Fajar, Rabu(01/05/2024).

Pria yang juga merupakan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut menambahkan bahwa dalam penyelesaian persoalan terkait pesangon dan PHK di Jatim, bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena harus melalui mediasi dan proses lainnya.

Berita Terkait:  Kompak Turun ke Lapangan, Bupati dan Wabup Jembrana Pimpin Gotong Royong Pascabanjir Pekutatan

“Banyak kejadian soal masalah pesangon dan PHK di Jatim, maka dari itu kita ingin adanya badan hukum dan aturan yang melindungi tapi justru tidak terealisasi,” tambahnya.

Melihat hal tersebut, Fajar selaku perwakilan massa buruh dan Partai Buruh menegaskan tidak akan memberikan dukungan kepada Khofifah Indar Parawansa untuk menduduki jabatan Gubernur Jatim dua periode.

Berita Terkait:  Pelinggih Pura Manik Tirta Rusak Diterjang Longsor, Wabup Tjok Surya Instruksikan Tim PUPR Lakukan Penanganan Teknis

“Dengan banyaknya problem ketenagakerjaan di Jatim yang tidak terselesaikan, ditambah janji beliau yang tidak terealisasi, maka kami putuskan terkait ketenagakerjaan, Khofifah tidak layak menjadi Gubernur dua periode,” pungkasnya

Reporter: Redho

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI