Barometer Bali | Denpasar – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah di Pulau Dewata sudah memasuki hari keempat sejak 12 Oktober 2026. Berbagai upaya telah dilakukan pihak pertamina bersama pemerintah daerah, namun antrean terlihat masih mengular di berbagai SPBU.
Melihat situasi tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar melalui Presidium Gerakan Kemasyarakatan, Andrianus Yovianto meminta pertamina untuk mempercepat pendistribusian BBM ke semua SPBU.
”Kami meminta pihak pertamina harus mempercepat pendistriusian BBM ke setiap SPBU. Hal ini lantaran situasi di lapangan masyarakat mengalami antrean yang panjang hingga 1 kilometer dan berujung pingsan. Kejadian ini terjadi di SPBU Latu Kecamatan Abiansemal. Kami juga melakaukan pantuan langsung di SPBU Monang-maning dan ternyata masih mengalami antrian panjang sekitar 2 kilometer,” ujar pemuda yang akrab disapa Alfian pada barometerbali.com, Kamis (15/10/2026).
Alfian menegaskan bahwa akibat dari kelangkaan BBM di Bali perekonomian masyarakat, seperti ojek online serta pelaku pariwisata ikut terdampak.
“Kami melihat bahwa krisis BBM berdampak langsung pada mobilitas warga, penghasilan pengemudi ojol, UMKM, serta kenyamanan wisatawan dan rusaknya citra pariwisata Bali,” pungkasnya.
Selain itu, kata Alfian, PMKRI Cabang meminta kepada pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga komunikasi publik agar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat.
“Kami meminta pihak pemerintah Provinsi Bali untuk menjaga komunikasi publik ditengah situasi mencekam akibat krisis BBM, agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Akibat dari krisis BBM yang terjadi PMKRI Cabang Denpasar menuntut empat poin penting kepada pihak pertamina.
1. Pihak pertamina segera melakukan percepatan distribusi BBM ke setiap SPBU.
2. Pertamina harus transparan kepada publik terkait data kebutuhan BBM disetiap SPBU di Bali dan dasar penetapan kuota.
3. Publikasikan audit penyebab kelangkaan BBM Oktober 2026 beserta datastok BBM.
4. Meminta pihak pertamina harus adanya langkah mitigasi resiko sebelum terjadi kembali kelangkaan BBM di Bali. (red)










