Barometer Bali | Denpasar – IVS (Indonesia Vegetarian Society) dan VSI (Vegan Society of Indonesia) Bali, kembali menggelar event menarik bertajuk “The 15th WVO Conference and International Vegan Festival” yang akan berlangsung pada 17-19 Oktober 2025 mendatang. Event yang mendapat dukungan penuh dari sejumlah sponsor, serta komunitas peduli kesehatan dan lingkungan, seperti: LN Fortunate Coffee Soputan, Sekolah Maitreyawira Bali, Permatabumi Bali, Persadabumi Bali, hingga INLA (International Nature Loving Association) ini, mengusung tujuan mulia yaitu untuk mengedukasi, menginspirasi, dan menyebarkan kesadaran manfaat gaya hidup vegan (berbasis pada nabati), yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat, kehidupan harmoni antara manusia, makhluk hidup lain, dan alam, dalam lingkungan yang lestari. Kehadiran banyak pihak ini menjadi bukti bahwa gaya hidup vegan semakin mendapat tempat di hati masyarakat, tidak hanya sebagai tren kesehatan, tetapi juga sebagai gerakan moral untuk kelestarian bumi.
Bertempat di Lapangan Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya Bali, Jalan Gunung Soputan No.88x Pemecutan, Denpasar, event yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut ini, merupakan ajang perayaan komunitas gaya hidup vegan, yang energi postifnya ingin dibagikan kepada masyarakat umum.
“Meski berlokasi di area Vihara, pertimbangan kami, di sini strategis, pusat kota, untuk menghemat bujet juga, karena perusahaan kami nirlaba, sebelumnya kami mengutamakan berdonasi untuk korban banjir yang terjadi pada 10 September lalu. Selain biasanya teman-teman komunitas vegan sering bikin kegiatan di sini juga. Namun event ini terbuka untuk masyarakat umum, siapa pun boleh datang mengunjungi event kami,” ungkap Evi Juliana, selaku Penasehat Event dan Koordinator Tenant.
Rangkaian Acara yang Meriah
Event ini akan dimeriahkan beragam acara menarik, menghibur, dan mengedukasi, bagi peserta dan pengunjung, seperti:
- Bazar kuliner vegan: terdiri dari puluhan tenant, dengan beragam makanan dan minuman yang mengundang selera.
- Bazar produk kreatif, dan produk ramah lingkungan yang menarik.
- Senam sehat bersama INLA, dan Yoga yang dipandu I Gusti Raka Panji Trisna, untuk mendukung tubuh sehat dan bugar.
- Lomba mewarnai untuk anak-anak sebagai sarana kreativitas sejak dini.
- Demo masak yang dipandu Chef Dwita Pradnya Artanti, mengajarkan cara mengolah bahan nabati menjadi beragam sajian masakan lezat.
- Lomba masak masakan vegan berhadiah menarik.
- Talkshow inspiratif bersama narasumber tokoh-tokoh kesehatan kelas dunia, yang terdiri dari:
Dr. Susianto Tseng (President WVO dan VSI Indonesia) – Ahli Gizi Vegan.
Denis Dolbin (Chairman WVO Rusia)
Michal Shark dan Julia Shark (Owner Brawium LIFE – Ceko & Slovakia)
Echo / Xu Zi Tong (Founder Empathy School – China)
Eric Gonzales-Payne (Founder Empathy School – USA)
Mereka akan membahas topik seputar manfaat gizi nabati, manfaat pola gaya hidup vegan bagi kesehatan, kontribusinya pada kelestarian lingkungan, serta perannya dalam membentuk masa depan yang damai bagi umat manusia.

- Donor darah yang diprakarsai oleh PDDI Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya Bali, bekerja sama dengan PMI Provinsi Bali, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial. Acara donor darah ini gratis, terbuka untuk umum, dan hanya berlangsung pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025.
- Acara seni dan hiburan yang menghadirkan warna budaya, menghibur sekaligus membuat suasana lebih hangat.
Dimeriahkan beragam kegiatan tersebut, event ini jelas bukan hanya untuk kalangan atau komunitas tertentu, melainkan terbuka untuk masyarakat umum, semua usia, dari berbagai kalangan.
“Event kami adakan selama tiga hari di akhir pekan dengan tujuan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat umum untuk hadir, mengenal, dan merasakan langsung manfaat hidup vegan. Di akhir pekan biasanya mereka punya waktu luang lebih banyak, sehingga mereka bisa ikut menikmati rangkaian acara. Mulai dari bazar kuliner vegan, ada beragam pilihan makanan minuman vegan yang wajib dicicipi, aneka produk kreatif, dan produk ramah lingkungan. Talkshow inspiratif yang mengedukasi, menghadirkan narasumber tokoh-tokoh kesehatan dunia. Ada demo dan lomba masak, lomba mewarnai, senam dan yoga yang menyehatkan, serta acara kesenian yang menghibur,” jelas Siswanto, selaku Ketua Panitia, yang juga menjabat sebagai Ketua IVS Bali.
Lebih lanjut dalam event “International Vegan Festival” yang kali kedua dilaksanakan ini, panitia juga menggelar “The 15th WVO Conference”, serangkaian gelaran event. WVO (World Vegan Organization) adalah organisasi vegan dunia yang berfokus pada kesehatan, perdamaian, serta perjuangan mengakhiri praktik peternakan hewan. Yang beranggotakan berbagai komunitas dan organisasi vegan dari seluruh dunia. Dalam hal ini, Indonesia diwakili oleh IVS (Indonesia Vegetarian Society).
Bazar Kuliner yang Menggugah Selera
Magnet utama event ini tentu saja bazar kuliner vegan. Panitia menargetkan maksimal 45 tenant. Sejauh ini, di masa persiapan event, sudah ada 35 tenant berpartisipasi, yang terdiri dari pelaku UMKM, komunitas vegan lokal, sekolah, serta penyedia produk ramah lingkungan. Nantinya pengunjung akan menemukan beragam makanan dan minuman vegan yang kreatif, mulai dari makanan tradisional berbasis nabati, minuman sehat, hingga inovasi produk baru yang memanjakan lidah tanpa mengorbankan prinsip vegan.
Sistem pembelian di bazar menggunakan kupon khusus senilai Rp50.000 per paket. Dalam satu paket terdapat lembaran kupon dengan nominal berbeda (Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000), sehingga transaksi menjadi lebih praktis, tertib, dan transparan. Konsep ini juga mendukung pengelolaan acara jadi lebih teratur, sekaligus mengurangi penggunaan uang tunai di area event.

Aktivitas Seru, Aneka Lomba dengan Hadiah Menarik
Selain bazar UMKM dan talkshow inspiratif, “International Vegan Festival” juga memanjakan pengunjung dengan aktivitas seru seperti: senam sehat dan yoga, yang tidak dibatasi jumlah pesertanya. Pengunjung yang ingin berolahraga, agar tubuh sehat dan bugar, dapat ikut bergabung.
Bagi yang suka tantangan, ada aneka lomba menarik untuk diikuti, seperti lomba masak vegan, namun terbatas untuk 10 peserta. Sedangkan lomba mewarnai untuk anak-anak, panitia menargetkan hingga 50 peserta. Hadiah yang diperebutkan tidak main-main. Mulai dari sepeda, kompor gas, panci, hingga berbagai perlengkapan dapur disediakan untuk pemenang. Semua hadiah ini dipilih untuk mendukung gaya hidup sehat yang sejalan dengan semangat event festival ini.
Panita berharap gelaran event ini ramai pengunjung, dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga keluarga, dari berbagai kalangan. Tidak ada batasan, sebab esensi event ini adalah merangkul semua orang, siapa saja yang ingin hidup lebih sehat, lebih peduli terhadap lingkungan, serta lebih menghargai kehidupan.
Bagi pembaca dan masyarakat umum, jika ingin berpartisipasi dan mendaftar sebagai tenant, dapat menghubungi: Monica (no.wa 087889882206) dan Bagus (no.wa 085959605801). Sementara bagi yang ingin mengunjungi event, dan ingin membeli kupon bazar kuliner vegan, dapat menghubungi: Deniyati (no.wa 085216849147). (ari)











