Mengenal Sleep Tourism, Wisata Tidur yang Diprediksi Jadi Tren 2025

BB JAN F 23
Sleep Tourism atau Wisata Tidur diprediksi jadi tren wisata tahun ini. (barometerbali/freepik)

Denpasar | barometerbali – Wisata tidur (sleep tourism) diprediksi kembali menjadi tren wisata pada 2025.

Tren ini bermula sejak pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada 2020.

Alih-alih bepergian, banyak orang memilih fokus pada perawatan diri, berdiam di rumah, dan memiliki waktu tidur yang lebih banyak.

Dikutip dari Real Simple, wisata tidur diharapkan menjadi salah satu tren perjalanan terbesar pada 2025 yang akan berdampak besar pada bisnis hotel.

Sebab, tujuan dari wisata tidur bukan bertualang atau mengeksplor destinasi, melainkan mendapatkan tidur berkualitas baik.

Berita Terkait:  Nenek 90 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Tukadaya

Melalui laman Instagram resminya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menyampaikan definisi wisata tidur yang serupa.

Wisata tidur berfokus pada satu tujuan, yakni tidur nyenyak, sehingga cocok dipilih oleh wisatawan yang sibuk bekerja, kurang tidur, atau liburan tanpa capek.

Wisatawan bakal menghindari aktivitas fisik yang melelahkan dan memilih tidur atau bersantai untuk menghabiskan waktu berlibur.

Berita Terkait:  Rekomendasi 9 Destinasi Liburan Tahun Baru di Bali Paling Populer

Manfaat Wisata Tidur

Berfokus pada istirahat, manfaat wisata tidur tak jauh dari menghilangkan stres dari rutinitas sehari-hari.

Suasana tempat baru mendukung manfaat ini.

Pasalnya, beristirahat di tempat tinggal masih lekat dengan keramaian, stres, dan beban kerja.

Begitu tiba di tempat dengan suasana baru, seseorang bisa lebih rileks dan mendapatkan ketenangan selama wisata tidur.

Wisata tidur juga membantu membentuk pola tidur yang sehat, khususnya bagi yang sering kali begadang.

Berita Terkait:  Bali hingga Dubai, Ini 10 Destinasi Terbaik di Asia untuk Liburan Tahun 2026

Kamar yang tenang dan tambahan fasilitas, seperti spa, bisa membantu tubuh kembali tidur dengan waktu normal.

Aktivitas ini membantu mereset pola tidur menjadi lebih teratur dari kebiasaan begadang sehari-hari.

Terakhir, wisata tidur juga bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas karena kualitas tidur yang baik bakal membuat otak lebih segar, sehingga meningkatkan energi untuk memunculkan ide-ide baru.

Stamina tubuh juga kian meningkat usai mendapatkan kualitas tidur yang baik selama wisata tidur. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI