Mengenal Workcation, Metode Bekerja sambil Liburan yang Makin Ngetren

BARO FEB F 5
Mengenal workcation, metode bekerja sambil liburan. (barometerbali/dok.ocbc.id)

Barometerbali.com | Denpasar – Bekerja terus tanpa liburan bisa menjadi bencana baik bagi kesehatan fisik maupun mental.

Sebaliknya, liburan terus tanpa bekerja akan menguras semua isi kantong dan tabungan.

Maka yang ideal adalah ada keseimbangan antara liburan dengan bekerja.

Lebih-lebih jika kamu punya aset yang cukup menghasilkan, sehingga tetap bisa menghasilkan uang meski sedang berlibur.

Jika belum memungkinkan punya aset yang bekerja menghasilkan uang, kamu mungkin perlu mempertimbangkan workcation. Apa itu?

Mengenal Workcation

Sejak pandemi COVID-19, tingkat kesadaran masyarakat terhadap work life balance semakin meningkat.

Banyak orang yang mulai merencanakan liburan untuk menjaga kewarasan dan mental agar tetap sehat.

Selain itu, muncul beberapa istilah yang memungkinkan pekerja tidak harus melulu berada di kantor.

Berita Terkait:  Rekomendasi buat Pecinta Makanan Sehat, 5 Healthy Food Cafe di Bali

Sebut saja work from home (WFH) atau bekerja di rumah, hingga work from anywhere (WFA) yaitu bekerja dari mana saja.

Istilah-istilah tersebut digunakan untuk menunjang keseimbangan hidup.

Seorang karyawan bisa mengerjakan pekerjaannya di mana saja ia mau, asal semua beres dan sesuai ketentuan.

Konsep liburan pun semakin beragam.

Misalnya ada istilah bleisure travel yaitu mencampur perjalanan bisnis dengan berwisata di kota atau negara tujuan.

Salah satu konsep liburan itu adalah workcation.

Melansir berbagai sumber, workcation adalah gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu “work” (bekerja) dan “vacation” (liburan).

Secara terminologi, workcation adalah kondisi saat kamu mengerjakan pekerjaan, tetapi tidak dalam ruangan kantor, melainkan di tempat wisata seperti pantai, taman, dan sebagainya.

Berita Terkait:  Alasan Wisatawan Mengunjungi Destinasi Liburan yang Sama, Apa Saja?

Konsep workcation ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Jika ditilik secara digital, istilah workcation sudah dicari orang sejak tahun 2011 silam.

Namuna, pandemi COVID-19 yang membuat kantor-kantor ditutuplah yang membuat konsep ini semakin menguat.

Kelebihan dan Kekurangan Workcation

Tujuan utama dari menggabungkan pekerjaan dan liburan adalah untuk menjaga keseimbangan serta kewarasan fisik dan mental.

Secara rinci, ada beberapa manfaat yang ditawarkan workcation, yaitu:

  • Liburan tanpa mengurangi cuti pribadi;
  • Bekerja lebih santai karena dikerjakan dari mana saja sambil berlibur;
  • Mengurangi tingkat kelelahan dan stres;
  • Meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam bekerja;
  • Menyegarkan kembali mental dan otak;
  • Pulang ke rumah dengan perasaan yang segar dan penuh inspirasi;
  • Mengurangi stres kerja dan menjaga kesehatan mental.
Berita Terkait:  Bisa Dicoba Nih! 5 Tips Workation Produktif sambil Menikmati Liburan

Di sisi lain, praktik workcation ini harus dibarengi dengan komitmen dalam menuntaskan pekerjaan.

Jika tidak, kamu akan terlarut dalam suasana liburan, sementara pekerjaan jadi terbengkalai.

Ada beberapa kekurangan dari praktik workcation yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Memerlukan manajemen waktu yang baik;
  • Produktivitas kerja bisa menurun;
  • Meningkatkan stres, karena tidak bisa fokus, seperti saat liburan memikirkan pekerjaan, dan sebaliknya;
  • Memerlukan konektivitas internet yang memadai, sehingga perlu tempat yang pas untuk workcation;
  • Waktu istirahat bisa terganggu;
  • Pengeluaran membengkak. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI