Foto: Kapolri, Menhub dan Panglima TNI cek arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (4/4/2024). (BB/215).
Jembrana | barometerbali – Kesibukan dan lalu-lintas arus mudik Bali – Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mendapat atensi dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan pengecekan ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana Bali, Kamis siang (4/4/2024). Kedatangan ketiga pejabat tersebut guna memastikan arus mudik berjalan lancar di pelabuhan dengan arus mudik terpadat ke-3 di Indonesia.
Menteri Perhubungan mengatakan, Pelabuhan Gilimanuk merupakan tempat yang ketiga yang perlu diamati secara khusus. Untuk itu pihaknya melakukan atensi bersama jajaran TNI-Polri guna menciptakan kelancaran arus mudik lebaran 2024.
“Kami sudah memberikan beberapa fasilitas seperti infrastruktur, penambahan kapal dan sistem agar mudik lebaran berjalan lancar. Karena itu kami ke Pelabuhan Gilimanuk, karena di tempat ini yang paling padat. Untuk kepadatan di pulau Jawa kita sudah berkolaborasi dengan TNI Polri serta Kementerian PUPR, sehingga kita mempersiapkan pergerakan itu dengan lebih konservatif,” jelasnya.
Budi Karya Sumadi, mengimbau agar para pemudik dan penyedia jasa pelayaran memperhatikan cuaca yang belakangan ini cuacanya sangat ekstrim sangat mengganggu penyebrangan.
“Sebelum berangkat pastikan cek terlebih dahulu perkiraan cuaca agar perjalanan aman dan lancar,” imbuhnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kepada ASDP yang telah melakukan evaluasi dengan secara cepat untuk mempersiapkan potensi arus mudik maupun arus balik yang tahun ini diprediksi mengalami peningkatan.
“Peningkatan arus mudik tahun ini yang sudah di survey oleh pak Menhub mengalami peningkatan. Dengan adanya penambahan dermaga, penambahan kapal, dan beberapa perbaikan dan juga sistem penjualan tiket sangat membantu kelancaran arus mudik kali ini,” ungkap Jenderal Listyo.
Selain cuaca yang harus diantisipasi, Jenderal Listyo mengharapkan pihak kapal agar menyediakan peralatan untuk keselamatan penumpang. Sedangkan bagi pemudik diharapkan mengikuti himbauan dan arahan yang telah dikeluarkan pihaknya maupun kementerian perhubungan.
“Sementara ini kita lihat beberapa masyarakat mengikuti apa yang kita anjurkan melaksanakan mudik lebih cepat. Kebanyakan pemudik yang pulang hari ini merupakan bekerja di sektor swasta (UMKM) mereka sudah kembali lebih dulu. Mungkin setelah itu barangkali yang bekerja di hotel dan ditempat lain akan menyusul,” ujarnya.
Disinggung terkait kerawanan selama arus mudik, Sigit mengatakan, TNI Polri baik di pusat maupun jajaran, sudah mengambil langkah antisipasi terkait kerawanan, mulai dari menempatkan personil-personil di area tempat peristirahatan atau tempat menunggu, termasuk wilayah yang menjadi tempat penjualan tiket, meskipun penjualan tiket secara online tetap dilaksanakan.
“Kita juga sudah menyiapkan Pos PAM sehingga masyarakat yang merasakan adanya gangguan- keamanan bisa segera melapor, kita juga melakukan patroli jalan kaki, roda dua atau empat untuk memastikan bahwa Polisi dan TNI selalu ada. Termasuk apabila ingin menyimpan atau menitipkan barang berharga termasuk rumahnya yang ditinggalkan bisa melapor ke Polsek tersekat untuk menjadi rute patroli bagi anggota TNI Polri,” tutup Jenderal Listyo. (215)
Editor: Ngurah Dibia











