Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Tantangan AI di Indonesia

IMG_20250828_115336
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid usai memberikan kuliah umum di Auditorium Widyasabha, kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung pada Kamis (28/8/2025). (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak, terutama institusi pendidikan, dalam menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan usai memberikan kuliah umum yang digelar di Auditorium Widyasabha Kampus Universitas Udayana, Jimbaran, pada Kamis (28/8/2025).

“Kita 280 juta penduduk di Indonesia, angkanya tidak sedikit dan terbesar di regional ASEAN. Artinya, tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri tanpa dukungan dari banyak pihak, termasuk institusi pendidikan,” ujar Meutya.

Berita Terkait:  Lapas Kerobokan Tebar 800 Benih Ikan Patin, Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun peta jalan atau roadmap AI yang bertujuan untuk mengatur penindakan dan penegakan hukum terhadap praktik judi online yang marak terjadi.

Meutya menyampaikan bahwa penyusunan roadmap ini melibatkan 40 lembaga dan instansi, dengan proses diskusi yang berlangsung selama sekitar satu bulan dan diperpanjang melalui uji publik.

“Untuk pembahasannya kami molor kurang lebih satu bulan karena mengundang 40 lembaga atau instansi untuk membahas, uji publiknya juga diperpanjang,” tambahnya.

Meutya mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah terkait konektivitas dan literasi digital. Saat ini, sekitar 80 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi internet, namun masih ada sekitar 15 ribu desa yang belum terjangkau.

Berita Terkait:  Surat Usang Dipelintir, Isu Sampah Bali Kembali Kambing Hitamkan Koster

“Kita melakukan pembangunan konektivitas secara bersama-sama dengan pemerintah dan operator seluler swasta. Itu PR pertama secara infrastruktur,” jelasnya.

Selain infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia dengan meningkatkan literasi digital juga menjadi fokus utama pemerintah. Hal ini penting agar Indonesia mampu menyiapkan talenta digital yang mumpuni dalam menghadapi revolusi teknologi informasi, terutama di bidang kecerdasan buatan.

Berita Terkait:  Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir Ribuan Anak Muda Ngopi hingga Makan Babi Guling

“Tantangan kedua adalah SDM dan literasi digital. Pemerintah bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk mempersiapkan digital talent yang cukup menghadapi revolusi teknologi informasi khususnya di bidang kecerdasan buatan,” ungkap Meutya.

Di samping itu, ia katakan, pemerintah tengah menyusun regulasi yang kuat dan berkelanjutan untuk mengatur penggunaan AI, terutama yang berkaitan dengan etika dan keamanan.

“Kami sudah mengirimkan draft peta jalan AI ke Sekretariat Negara agar bisa menjadi peraturan pemerintah dan Perpres, terutama terkait etika dan keamanan,” pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI