Menteri HAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kematian Mahasiswa Unud

Screenshot_20251024_184344_WhatsAppBusiness
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa kehadirannya ke kampus Unud menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap dinamika sosial dan isu kemanusiaan yang mencuat di lingkungan kampus. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengunjungi Universitas Udayana (Unud), Jumat (24/10/2025), untuk meninjau langsung perkembangan kasus kematian mahasiswa berinisial TAS (22) yang tengah menjadi sorotan publik.

Dalam kunjungannya, Pigai menyampaikan bahwa kehadirannya menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap dinamika sosial dan isu kemanusiaan yang mencuat di lingkungan kampus.

“Saya datang ke sini karena pemerintah mendengarkan semua dinamika kehidupan masyarakat — termasuk apa yang muncul di media dan media sosial,” ungkap Pigai.

Berita Terkait:  Pansus TRAP Telusuri Dugaan Pelanggaran Tata Ruang di Proyek KEK Kura Kura Bali

Ia menegaskan telah bertemu dengan pimpinan universitas serta aparat kepolisian guna menggali lebih jauh penyebab kematian TAS. Pigai menyoroti dua peristiwa utama yang menjadi perhatian: kematian mahasiswa tersebut dan munculnya ucapan nir-empati dari sebagian mahasiswa Unud di media sosial.

Beredarnya komentar yang dianggap tidak sensitif di dunia maya memicu kemarahan publik dan dugaan adanya unsur perundungan (bullying) yang menjadi faktor pemicu tragedi ini. Meski demikian, Pigai menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus dibuktikan secara hukum.

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

“Apakah kedua peristiwa itu saling berkaitan atau tidak, hanya penyelidikan kepolisian yang bisa menentukan,” tegasnya.

Pigai pun meminta aparat kepolisian untuk bekerja secara profesional, transparan, dan menyeluruh dalam mengungkap kasus ini.

“Saya sudah meminta kepolisian menyelesaikan kasus ini secara tuntas. Saat ini penyelidikan dilakukan dengan dua pendekatan, yakni konvensional dan scientific investigation,” jelasnya.

Berita Terkait:  Bali Darurat Narkoba, Koster Serukan Gerakan Masif Berbasis Desa Adat

Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan agar kejadian serupa tidak terulang. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI