Meretas Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Menanti Realisasi Tol Jagat Kerthi

Oleh: Dr. Agus Dei – Akademisi UPMI Bali, Mantan Wartawan (Sumber: BB/Agus Dei)

Denpasar | barometerbali – Lima tahun di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Bali terus bergerak menata infrastrukturnya. Pembangunan Bali diselenggarakan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dijabarkan menjadi 22 Misi, dituangkan/dirangkum dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.

Tentunya, keseimbangan dan keharmonisan pembangunan antarwilayah di Bali itu, tidak akan pernah terwujud tanpa infrastruktur darat yang terkoneksi dan terintegrasi. Satu di antaranya pembangunan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan implementasi konsep keseimbangan dan keharmonisan pembangunan Bali yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster (kemeja merah) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono (sebelah kiri Wayan Koster) saat groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 10 September 2022. (Sumber: BB/youtube toll road indonesia)

Menurut Koster, kondisi objektif di mana sejak dahulu, jalan yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi memiliki banyak tikungan tajam dan tanjakan curam dengan tingkat kecelakaan yang tinggi. Pertumbuhan kendaraan yang tinggi tidak sebanding dengan kapasitas jalan, mengakibatkan kemacetan, sehingga waktu tempuh menjadi panjang dan tidak menentu. Kondisi parah ini telah berlangsung begitu lama, tanpa pernah ada gagasan untuk mengatasi. Karena itu, dalam masa kepemimpinan yang sisa tinggal 2 tahun itu, dirinya, berhasil mencarikan solusi terbaik, meyakinkan Pemerintah Pusat serta menarik investasi untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan jalan tol dengan panjang 96,21 km dan lebar 40 meter.

Proses pengerjaan diawali dengan pembebasan lahan mulai tahun 2022 sampai tahun 2023.
Pembangunan konstruksi mulai tahun 2023 sampai tahun 2025. Kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan bersumber dari Pemerintah Pusat/Kementerian PUPR dan untuk pembangunan struktur/fisik bersumber dari investasi. Ide besar Gubernur dikuatkan pula dengan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 243/01-A/HK/2022 tanggal 7 Maret 2022 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Ruas Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Provinsi Bali. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra selaku Ketua Tim Persiapan menyampaikan peta lokasi pembangunan ruas jalan tol Gilimanuk-Mengwi.

Ketua Tim Persiapan, I Gede Indra Dewa Putra menyampaikan, maksud Pembangunan Ruas Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi merupakan salah satu implementasi dari arah kebijakan utama pembangunan nasional percepatan pengembangan kawasan strategis, dalam rangka percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah, melalui peningkatkan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan, sehingga meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi dan menyediakan akses ke pasar regional maupun internasional.

Peta rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi (Sumber: BB/tangkapan layar/youtube: toll road indonesia)

Adapun tujuannya adalah mendukung terwujudnya Misi Provinsi Bali antara lain: Mengembangkan destinasi dan produk pariwisata baru berbasis budaya dan berpihak kepada rakyat yang terintegrasi antar kabupaten/kota se-Bali; meningkatkan standar kualitas pelayanan kepariwisataan secara komprehensif; membangun dan mengembangkan pusat-pusat perekonomian baru sesuai dengan potensi kabupaten/kota di Bali dengan memberdayakan sumber daya lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dalam arti luas; membangun dan mengembangkan industri kecil dan menengah berbasis budaya (branding Bali) untuk memperkuat perekonomian Krama (masyarakat) Bali, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur (darat, laut, dan udara) secara terintegrasi serta konektivitas antar wilayah untuk mendukung pembangunan perekonomian serta akses dan mutu pelayanan publik di Bali.

Berita Terkait:  Dua Korban Terjepit Truk Tronton, Evakuasi Libatkan Tim SAR Gabungan

Letak dan luas tanah lokasi rencana pembangunan Ruas Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi seluas ± (lebih kurang) 1.113,33 (seribu seratus tiga belas koma tiga puluh tiga) hektar, melintasi 3 wilayah administrasi kabupaten (Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Badung), 13 kecamatan dan 58 desa/kelurahan dengan rincian sebagai berikut. Kabupaten Jembrana seluas ± (lebih kurang) 683,75 ha, Kabupaten Tabanan seluas ± (lebih kurang) 420,40 ha, dan Kabupaten Badung seluas ± (lebih kurang) 9,18 ha. Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan tanah rencana Ruas Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2024. Perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam proses konstruksi yang diperkirakan dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2027.

Peta rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi (Sumber: BB/tangkapan layar/youtube: toll road indonesia)

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengakui keberadaan Tol Jagat Kerthi Bali memberi manfaat mempersingkat waktu tempuh semula 4-6 jam menjadi 1,5-2 jam; meningkatkan kenyamanan dan keamanan transportasi logistik, penumpang domestik dan wisatawan; mengembangkan pusat destinasi wisata baru dan pemasaran UMKM;
mampu menumbuhkan pusat perekonomian baru di wilayah lintasan jalan tol; dan menyeimbangkan pembangunan wilayah Bali Utara, Tengah, dan Barat. Pembangunan infrastruktur strategis ini menjadi kebanggaan yang membahagiakan, diwariskan sepenuhnya kepada seluruh masyarakat Bali.

Pembangunan megaproyek Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang menelan biaya Rp24,6 triliun ini telah dilakukan tahap sosialisasi dan konsultasi publik kepada masyarakat pemilik lahan di masing -masing wilayah Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung. Dari sebanyak 8.643 orang pemilik lahan, sebanyak 8.641 yang setuju, hanya 2 warga tidak setuju. Jadi kalau dipersentase yang setuju itu sekitar 99,9 persen yang mendukung Pembangunan Tol Jagat Kerthi. ‘

“Kami mendukung proyek tol Gilimanuk –Mengwi yang melintasi lahan dan bersedia melepas lahan tersebut,’’ ungkap Nyoman Dana, warga Banjar Sumbermis, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan.

Dana adalah salah satu tokoh masyarakat Sumbermis berharap pembangunan segera dapat diwujudkan karena akan meningkatkan perekonomian yang bermanfaat unutk kesejahteraan di tiga wilayah tersebut dan Bali secara umum.

Peta rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi (Sumber: BB/tangkapan layar/youtube: toll road indonesia)

Dalam catatan penulis, Tol Gilimanuk-Mengwi telah berjalan 18 bulan setelah groundbreaking atau peletakan batu pertama pada 10 September 2022 di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Warga masyarakat yang lahan telah dibebaskan menanti realisasi Tol Jagat Kerthi Bali yang menjadi tol kedua setelah jalan tol di atas laut, Bali Mandara.

Berita Terkait:  Bersihkan Sampah Pantai, Gubernur Koster Instruksikan Satgas Siaga 24 Jam

Sementara itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menegaskan, pembangunan jalan tol yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi, selain mampu mengembangkan potensi daerah terutama pada sektor pariwisata dan industri, jalan yang menjadi Penanda Bali Era Baru tersebut akan membuka akses terutama untuk pengembangan pariwisata di Tabanan yang berbasis desa wisata.

‘’Jika tol jadi, tidak ada lagi jalur tengkorak yang selama ini menghantui masyarakat Tabanan,’’ tandas Dirga.

Akademisi Universitas Udayana yang membidangi transportasi Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, ST., M.EngSc., PhD, menilai, pembangunan tol ini ditunggu-tunggu masyarakat Bali. Dalam tataran teoritis, idealnya luas jaringan sekitar 15 persen dari luas wilayah. Sebagai ilustrasi , luas jaringan jalan dibandingkan luas perkotaan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) hanya sekitar 6 persen, artinya kita masih kekurangan jaringan jalan.

‘’Dulu saya sudah pernah kaji kelayakan pembangunan jalan tol tersebut, namun tidak pernah kunjung terealisasi. Kali ini kita patut memberikan apresiasi yang tinggi kepada pak Koster dan Pak Cok Ace dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang memuat satu program infrastruktur pembangunan jalur darat yang terintegrasi, 13 kecamatan, dan 58 desa,’’ puji Prof Putu Alit.

Harapan realisasi Tol Jagat Kerthi Bali juga datang dari sejumlah mahasiswa dalam Kuliah Umum Wayan Koster bertajuk “Gen-Z Penerus Masa Depan Bali”. Mereka ramai-ramai mempertanyakan agar program-program dapat dituntaskan pada periode kedua mendatang.

“Semoga segera terealisasi pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali,’’ kata Ida Ayu Alit Calista mahasiswa program DKV INSTIKI seraya memuji Wayan Koster dengan ide -ide besar saat jadi Gubernur 2018-2023. Ni Putu Taris Aprilia Dewi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Warmadewa mengapresiasi paparan program Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Salah satunya kelanjutan Tol Jagat Kerthi.

“Kalau tuntas tol ini, Bali memiliki tol yang luar biasa. Selain tol Bali Mandara,” cetus Dewi.

Mantan Gubernur Koster kembali menegaskan bahwa tol tersebut tetap jalan sesuai program Proyek Strategis Nasional. Megaproyek ini ditargetkan akan rampung pada 2025 dari awalnya 2028.

“Sekali lagi semua Penanda Bali Era Baru akan dituntaskan di periode kedua nanti,” tandasnya.

Peta rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi (Sumber: BB/tangkapan layar/youtube: toll road indonesia)

Wayan Koster juga mempertegas, pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimoeljono saat groundbreaking (peletakan batu pertama) 10 September 2022.

“Tahun 2023 nanti mulai fisik atau mulai sekarang dan Insyaallah dengan doa daripada masyarakat Bali, bisa diselesaikan tahun 2025. Jadi saya mohon dengan sangat sekali lagi Pak Tito (Pimpinan Badan Pengatur Jalan Tol) kita bisa bekerja bersama dengan dengan kerja 7 hari seminggu,” tutur Basuki.

Berita Terkait:  Diduga Babat Hutan dan Picu Banjir, Bali Handara Dilaporkan ke Kejati Bali

Menteri Basuki menjelaskan, jalan bebas hambatan ini dikerjakan dalam 3 tahap. Adapun tahap I pembangunan jalur Tol Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 Km, tahap II Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 Km dan tahap III Soka-Mengwi sepanjang 18,9 Km. Untuk itu, ia memerintahkan agar pembangunan tol ini mengikuti irama Jegog (gambelan bambu khas Jembrana), dinamis seperti musik rock n’ roll. Sehingga, pekerjaannya lebih cepat dan pengoperasian tol bisa dinikmati masyakarat pada 2025 mendatang.

Menurutnya, ada dua hal dalam pembangunan jalan tol di Indonesia secara umum dan di Bali secara khusus yang harus diperhatikan. Pertama, jalan tol harus berkualitas. Karena itu, Basuki akan memberikan surat tugas kepada Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengawasi dan menjaga kualitas pekerjaan BUJT. Hal ini karena Bali merupakan destinasi wisata dunia. Sebab, Indonesia harus bisa menunjukkan mampu membangun jalan tol berkualitas. Kedua adalah estetika yang harus diperhatikan kontraktor pelaksana. Estetika ini penting agar pengguna jalan tol, dapat menikmati keindahan alam di tiga wilayah yang dilintasi tersebut.

Menteri Basuki menegaskan, pembangunan jalan tol ini merupakan prakarsa murni dari pihak swasta (unsollicited project) sehingga Kementerian PUPR sangat mendorong terlaksananya pembangunan jalan tol tersebut. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo agar mencari berbagai alternatif pembiayaan pembangunan jalan tol sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Terlebih pemrakarsanya ini bukan BUMN, oleh karenanya Kementerian PUPR sangat mendorong swasta non-BUMN agar lebih semangat untuk berinvestasi di jalan tol. Jalan tol ini akan dibangun oleh swasta murni tanpa dukungan dari Pemerintah (viability gap fund), karena tingkat kelayakan investasinya (IRR) sangat tinggi di jalur yang sudah ramai dilewati kendaraan,” terangnya seraya menyatakan tidak ada yang mangkrak, Proyek Jalan Tol Terpanjang di Bali akan ditender ulang Kementerian PUPR.

Peta rencana Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi (Sumber: BB/istimewa)

Menteri Basuki Hadimuljono, sempat menjelaskan bahwa rencana tender ulang Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dilakukan karena pemrakarsa awal gagal mendapat pendanaan atau investor untuk pembangunan tol terpanjang di Bali tersebut.

“Kami tenderkan karena yang kemarin pemrakarsa itu failed atau gagal untuk mendapatkan pendanaan. Jadi sesuai dengan aturan kami batalin mudah-mudahan November ini sudah bisa tender,” imbuh Basuki.

Basuki berharap, tender yang akan dilakukan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), bisa meraup investor sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan.

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI