Mitigasi Bencana, FPRB Bangli Laksanakan Reboisasi di Lima Lokasi

IMG-20251207-WA0014
Foto: Pegiat lingkungan di Kabupaten Bangli yang dimotori Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli pada akhir tahun 2025 ini melaksanakan reboisasi di lima lokasi, Minggu (7/12). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Bangli – Pegiat lingkungan di Kabupaten Bangli yang dimotori Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli pada akhir tahun 2025 ini melaksanakan reboisasi di lima lokasi. Penanaman pohon dilaksanakan di dua lokasi yakni areal hutan sekitar Pura Munggu Kintamani dan Pura Pucak Sari Tembuku, Minggu (7/12/2025). Berbagai jenis pohon ditanam meliputi cemara, bambu, buah-buahan, dan bunga.

Ketua FPRB Bangli Dr. Wayan Wiwin, S.ST.Par., M.Par menjelaskan kegiatan penghijauan tersebut menjadi agenda pertama pasca dilantiknya kepengurusan FPRB Bangli pada Juni 2025.

“Secara organisatoris FPRB menjadi mitra strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Bangli,” tutur Dosen UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu. Dijelaskan, FPRB memiliki tugas dalam mitigasi/pengurangan risiko bencana atau kegiatannya pra bencana, saat bencana telah terjadi maka ujung tompak penanganannya BPBD Damkar.

Berita Terkait:  Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan

Dr. Wiwin menjelaskan FPRB memiliki tiga tugas pokok meliputi edukasi, simulasi penanganan resiko bencana dan reboisasi. Provinsi Bali, lanjutnya, menghasapi ancaman bencqna tanah longsor dan banjir akibat banyaknua hutan yang gundul. Banjir yang melanda kawasan Tukad Badung, Kota Denpasar, katanya, mendorong tingginya kesadaran pejabat pemerintah dan masyarakat luas akan pentingnya mitigasi bencana banjir.

Berita Terkait:  TPA Suwung Ditutup 23 Desember 2025, Gubernur Koster: Denpasar–Badung Wajib Kelola Sampah Mandiri

“Penghijauan lahan menjadi alternatif dalam menekan musibah banjir, disamping meningkatkan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Dr. Wiwin.

Dijelaskan, FPRB Kabupaten Bangli menyiapkan sedikitnya seribu pohon tanaman dalam berbagai jenis. Pohon tersebut akan ditanam di 5 lokasi yakni sekitar Pura Munggu (Desa Abang Batudinding)Pura Pucak Sari (Desa Peninjauan, Tembuku), Desa Sala (susut), Br. Guliang Kawan, Bunutin (Bangli) dan Lereng Utara Gunung Batur. Bibit penghijauan disediakan KPH Bali Timur dan Balai DASTukad Unda.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD Bangli Made Diksa dan mantan anggota DPRD Bangli seperti I Gede Tindih dan Made Natis serta relawan dari sejumlah organisasi seperti BPBD, DLH, Diskominfo,, PMI, ORARI, RAPI, Mapala, dan yang lainnya. Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli Dr. I Putu Ganda Wijaya, S.Sos., MM yang hadir mewakili pimpinan Kabupaten Bangli menilai kegiatan tersebut sangat dalam menymbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya upaya-upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Reboisasi dilakukan untuk mengganti kayu yang mati diarea kawasan hutan. Alasannya, jika hutan dibiarkan gundul maka resiko bencana erosi sangat tinggi.

Berita Terkait:  Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Budaya Bersih dari Sumber melalui Teba Modern

“Pemkab Bangli selalu mendukung kegiatan mitigasi bencana, semoga tahun-tahun berikutnya semakin gencar dilaksanakan dengan melibatkan semakin banyak elemen masyarakat,” tegasnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI