Barometer Bali | Nusa Penida – Seorang nelayan asal Sanur dilaporkan hilang setelah tidak kunjung kembali dari melaut di perairan selatan Nusa Penida, Jumat (6/3/2026). Tim SAR gabungan hingga malam hari masih melakukan pencarian, namun korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan laporan orang hilang tersebut diterima pada pukul 16.20 Wita dari pelapor bernama Wayan Suteja.
Korban diketahui bernama I Wayan Suta, nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan Pelindo Abua. Ia berangkat melaut sejak pagi sekitar pukul 05.00 Wita.
“Laporan kami terima pukul 16.20 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima, korban terakhir diketahui mengenakan pakaian bermotif army,” ujar Sidakarya.
Perahu jukung milik korban sebelumnya ditemukan oleh kapal Rayfish Fins (Arjuna 2) di perairan sekitar lokasi kejadian. Jukung tersebut kemudian ditarik menuju arah Sanur. Berdasarkan perkiraan, korban diduga terjatuh di perairan sekitar 3 nautical mile (Nm) dari lokasi penemuan jukung.
Dari identitas yang ditemukan, korban tercatat sebagai warga Jalan Warmadewa, Lingkungan Semawang, Sanur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung mengerahkan tiga personel KN SAR Arjuna 229 menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB). Tim berangkat dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.40 Wita menuju lokasi dugaan jatuhnya korban.
Selain melakukan penyisiran di sekitar lokasi, petugas juga berkoordinasi dengan KUPP Nusa Penida, kelompok nelayan setempat, serta instansi terkait guna memperluas area pencarian.
Namun hingga pukul 19.00 Wita, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Kondisi cuaca di lokasi juga cukup menantang dengan angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan mencapai 15 knots.
“Pencarian sementara dihentikan malam ini dan akan kembali dilanjutkan besok pagi bersama tim SAR gabungan,” jelas Sidakarya. (red)










