Ngurah Harta: Partisipasi KTT G20, Jaga Keamanan Lingkungan Masing Masing

Pinisepuh Perguruan Kebatinan Sandhi Murti I Gusti Ngurah Harta (kiri) dan logo Presidensi KTT G20 (kanan). Kolase foto: fb

Denpasar | barometerbali – Pemerintah Indonesia sangat serius dalam rangka menyukseskan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali 15 -16 November 2022. Hal ini mesti dibarengi partisipasi masyarakat dengan turut menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Demikian disampaikan Pendiri/Pinisepuh Perguruan Kebatinan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta kepada wartawan di Denpasar, Senin (14/11/2022)

Di samping itu, selaku Presidensi, Indonesia menyelenggarakan seluruh side event G20 yang hampir seluruhnya dipusatkan juga di Bali selama setahun ini. Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan event internasional ini, pemerintah telah mengerahkan seluruh perangkat keamanan.

Berita Terkait:  Koster Serahkan Seragam Pecalang di Desa Adat Buleleng, Tegaskan Peran Strategis Desa Adat

Karena itu kembali ia menegaskan masyarakat Bali cukup menjaga lingkungan masing-masing, dalam rangka turut berpartisipasi menjaga keamanan Bali.

“Amankan lingkungan masing-masing. Kalau soal KTT G20, negara yang sudah bertugas mengamankan, karena punya pasukan TNI dan Polri,” tandasnya.

Kata Ngurah Harta, yang penting masyarakat menjaga desa dan keluarga masing-masing demi terciptanya stabilitas dan keamanan selama perhelatan KTT G20.

“Bali aman. Kalau di luar Bali saya tidak tahu. Bali aman karena tidak ada kelompok radikal bercokol di Bali, kecuali susupan-susupan kelompok radikal dari luar Bali,” ungkapnya.

Ngurah Harta menjelaskan soal orang sakti banyak di luar Bali, tapi kalau Bali, itu karena tanahnya ‘tenget‘ (keramat-red) sehingga tak tanah Bali seperti ada yang melindungi.

Berita Terkait:  Diterjang Air Bah, Rumah Warga Kuwum Ambruk, Ibu dan Balita Hilang

“”Karena itu tidak bisa sembarangan orang bisa menyentuh Bali dengan keinginan-keinginan buruk di Bali,” ucapnya.

Karena itu, Ngurah Harta ingin Bali terus ‘tenget‘ dengan berpatokan pada masa lalu.

“Saya ingin mistis Bali terus dihidupkan dalam arti positif,” cetusnya.

Ngurah Harta menjelaskan dirinya tidak pernah melupakan Sang Hyang Tohlangkir, Bhatara Gunung Agung.

“Kalau saya di Bulgaria, di Rusia di Belanda sedang menginisiasi murid, pasti saya ingat Sang Hyang Tohlangkir,” sambungnya

Berita Terkait:  Gubernur Koster Minta Etalase Khusus Arak Bali di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Guru kebatinan ini menceritakan dirinya mendirikan Perguruan Sandhi Murti sejak sangat muda, selain mewarisi keilmuan dari leluhurnya, Ngurah Harta juga belajar silat di Perisai Diri (PD).

“Karena di pencak silat PD tidak ada Kanda Empat, maka saya terus belajar mendirikan perguruan yang khas Bali,” ucap Ngurah Harta yang sekarang muridnya sudah mencapai belasan ribu.

Bahkan muridnya tidak saja di Bali dan Indonesia, tapi juga di Eropa dan Amerika.

“Setiap tahun saya mesti ke luar negeri, untuk menginisiasi langsung murid-murid di situ. Kebanyakan murid saya di Rusia, Bulgaria, Belanda dan sejumlah negara Eropa Timur,” pungkasnya. (BB/501)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI