Okokan dan Tektekan Meriahkan Tanah Lot Festival 2025

Screenshot_20250806_172049_InCollage - Collage Maker
Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana menjelaskan rangkaian acara Tanah Lot Art & Food Festival 2025 yang digelar pada 22-24 Agustus 2025. (barometerbali/istimewa/rah)

Barometer Bali | Tabanan – Destinasi wisata unggulan Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, kembali menggelar Tanah Lot Art and Food Festival VI pada 22–24 Agustus 2025. Festival tahunan ini akan hadir lebih semarak dengan konsep budaya yang diperkuat, menampilkan parade seni, kuliner tradisional langka, dan hiburan dari artis lokal Bali.

Mengusung semangat pelestarian budaya serta penghormatan terhadap leluhur, alam, dan sesuhunan, festival ini menjadi strategi andalan pengelola DTW Tanah Lot untuk menarik wisatawan sekaligus mengukuhkan citra Tanah Lot sebagai “A Memorable Place in Tabanan-Bali”.

Berita Terkait:  3 Lokasi Wisata Raih Penghargaan! Imbas Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia Tahun 2026

“Event ini kami gelar secara konsisten setiap tahun untuk membudayakan kearifan lokal, baik dari sisi kesenian maupun kuliner serta melibatkan desa dinas,” ungkap Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, saat ditemui di acara pembukaan Jatiluwih Festival 2025, Sabtu (27/7/2025).

Selain parade gebogan yang melibatkan seluruh desa adat di Kecamatan Kediri sebagai ikon utama, tahun ini pengunjung juga akan disuguhi atraksi okokan dan tektekan. Kesenian khas Bali ini akan membawa nuansa magis sekaligus energik, menjadi daya tarik tambahan yang memperkuat identitas budaya Tanah Lot.

Berita Terkait:  Buka 24 Jam! Taman Janggan Renon, Playground Gratis di Denpasar dengan Fasilitas Lengkap

Tak ketinggalan, deretan kuliner khas Bali yang kini mulai langka seperti serapah, penyon, serebet, dan jaja rengas akan dihadirkan untuk memanjakan lidah wisatawan. Hiburan musik dari artis lokal Bali akan meramaikan panggung setiap malam.

Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang rata-rata mencapai 5.000 orang per hari dan pendapatan rata-rata Rp300 juta per hari, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga warisan budaya.

Berita Terkait:  10 Penangkaran Penyu di Bali untuk Agenda Liburan Seru dan Mengedukasi 

“Festival ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk melestarikan adat dan budaya Bali, khususnya di kawasan spiritual Tanah Lot. Mari rayakan keindahan seni, budaya, dan kuliner Bali bersama kami. Bagi travel agent yang tamunya mau belajar mementaskan okokan kesenian khas Kediri dan tektekan khas Kerambitan kami sediakan panggung dan seniman yang mengajarkan,” pungkas Sudiana. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI