Pakar Tegaskan: Pesan Chat Audio di WhatsApp Bisa Sedot Dana adalah Hoaks

Screenshot_20250604_200825_WhatsAppBusiness
Info berantai chat audio bisa bobol dana atau rekening yang disebar di WAG dipastikan hoaks (barometerbali/red)

Barometer Bali | Jakarta – Pesan berantai yang menyebar melalui WhatsApp Group (WAG) dan menyatakan bahwa membuka fitur chat audio di grup WhatsApp dapat menyedot dana nasabah kembali meresahkan masyarakat. Menanggapi isu tersebut, pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, dengan tegas menyatakan bahwa klaim tersebut adalah hoaks dan tidak berdasar secara teknis.

“Tidak ada fitur di WhatsApp, baik audio maupun lainnya, yang memungkinkan peretas menyedot dana atau melakukan akses ke rekening bank hanya melalui pesan suara,” tegas Alfons dalam keterangannya dikutip dari detiknet, Selasa (4/6/2025).

Berita Terkait:  Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan, Lapas Kerobokan Gandeng Lembaga Sosial

Alfons menjelaskan bahwa sistem keamanan pada WhatsApp menggunakan enkripsi end-to-end yang membuat data audio maupun teks tidak bisa diakses pihak ketiga. Menurutnya, potensi peretasan yang bisa menyebabkan kerugian finansial lebih mungkin terjadi melalui teknik phishing, pengelabuan tautan berbahaya, atau aplikasi palsu—bukan melalui fitur asli WhatsApp.

“Masyarakat perlu cerdas memilah informasi. Jangan langsung percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena bisa menyebabkan kepanikan dan keresahan,” imbuhnya.

Fakta Teknologi: Tidak Ada Jalur dari Audio WhatsApp ke Rekening Bank

Berita Terkait:  Misteri Mutilasi di Pantai Ketewel Terungkap, Korban WN Ukraina Ihor Khamarav

Ia juga menambahkan, secara teknis, tidak ada keterkaitan antara fitur audio WhatsApp dan akses terhadap data perbankan atau dompet digital. Dana dalam rekening tidak bisa diakses hanya karena seseorang mendengarkan atau menerima pesan suara.

“Aplikasi WhatsApp tidak memiliki izin atau akses langsung ke sistem keuangan pengguna. Kecuali pengguna dengan sengaja mengunduh aplikasi berbahaya dari sumber tidak resmi dan memberikan izin akses,” jelas Alfons.

Tips Aman Menggunakan WhatsApp:

1. Selalu perbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru.

2. Jangan klik tautan mencurigakan dari sumber yang tidak dikenal.

Berita Terkait:  TP PKK Bali dan Konjen Australia Perkuat Sinergi Pemberdayaan Perempuan

3. Hindari menyebarkan pesan berantai yang belum jelas kebenarannya.

4. Aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp.

5. Unduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store.

Kesimpulan:

Pesan berantai yang menyebutkan bahwa chat audio di grup WhatsApp bisa menyedot dana adalah informasi palsu yang tidak memiliki dasar teknis. Pakar keamanan menegaskan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terhasut hoaks, terutama yang berhubungan dengan keamanan siber dan keuangan pribadi. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI