Barometer Bali | Denpasar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Denpasar, Jumat (16/5/2025).
Muswil tersebut di hadiri lansung sekretaris jenderal DPP PAN, Eko Patrio, bersama jajaran pengurus pusat untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya konsolidasi dan penguatan PAN di Bali.
Sekretaris PAN, Eko Patrio menyampaikan bahwa PAN menargetkan memiliki perwakilan di berbagai tingkatan legislatif dari Bali, mulai dari DPRD kabupaten/kota hingga DPR RI.
“Target pertama kami tentu ingin punya wakil di DPR RI maupun DPRD. Kami juga berharap ke depan bisa punya kepala daerah, seperti bupati, wali kota, hingga gubernur dari PAN,” ujar Eko
Saat ini, Eko mengakui, PAN belum memiliki keterwakilan dari Bali, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, pembenahan internal menjadi fokus utama.
“Sekarang kami lakukan pembenahan dari internal dulu. Mulai dari struktur daerah, cabang, hingga ranting. Saat ini banyak struktur hanya ada di atas kertas, tapi tidak aktif bekerja. Ini harus dievaluasi total,” tegasnya.
Ia katakan, muswil kali ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya DPP PAN hadir langsung secara fisik, bukan melalui pertemuan virtual seperti sebelumnya.
“Biasanya kami hanya lewat Zoom Meeting, sekarang kami datang langsung. Saya, Wakil Menteri, Bendahara Umum, semua hadir sebagai bentuk dukungan penuh dari DPP. Ini adalah treatment khusus untuk Bali,” jelasnya.
Eko, menjelaskan terkait target PAN Bali pada Pemilu 2029, ia menekankan mulai dari sekarang untuk melakukan langkah konkret untuk bisa mendapatkan perwakilan di DPR RI dan DPRD tingkat 1.
“Yang penting ada dulu. Tahun 2029 masih jauh, sekarang tahun 2025, waktunya kita bekerja keras dari sekarang,” ujarnya.
Saat ditanya soal keberlanjutan peran Sri Yogi ketua DPW PAN dalam kepengurusan PAN Bali, Eko menyebut masih membuka ruang.
“Tenaga Mbak Yogi masih sangat dibutuhkan. Bisa saja nanti menjadi bagian dari DPP atau masuk dalam tim formatur. Semua masih sangat mungkin,” jelasnya.
Eko berpesan agar proses pemilihan kepengurusan baru dilakukan dengan damai dan mengedepankan semangat kebersamaan.
“Jangan bertengkar. Endapkan ego masing-masing. Kita belajar dari pengalaman kongres sebelumnya, banyak gesekan yang justru menghambat. Di Bali ini kita harus guyub dan saling support,” pungkas Eko.(rian)











