Barometer Bali |Denpasar – Keluarga besar Kodam IX/Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya salah satu prajurit terbaiknya, Sertu Muhammad Nur Ichwan, yang gugur saat melaksanakan tugas dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.
Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan prajurit Kodam IX/Udayana yang sehari-hari berdinas di Kesdam IX/Udayana. Dalam penugasan internasional, almarhum dipercaya mengemban tugas sebagai Bintara Kesehatan (Bakes) Kompi B Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL Lebanon, sebuah misi yang menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit dalam melaksanakan tugas operasi.
“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi TNI, khususnya Kodam IX/Udayana. Almarhum adalah prajurit yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian terbaiknya kepada bangsa dan negara melalui penugasan misi perdamaian dunia,” ungkap Pangdam IX/Udayana.
Pangdam juga mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar Kodam IX/Udayana untuk bersama-sama memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Sertu Muhammad Nur Ichwan lahir di Magelang pada 12 Mei 2000. Almarhum meninggalkan seorang istri, Hana Dita Anjani, serta seorang putri tercinta, Maurellia Syakila Nur Salsabila, yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan.
Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara, TNI menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Pangkat Sertu menjadi Serka Anumerta sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/467/1/2026 tanggal 31 Maret 2026, tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta kepada almarhum serta memberikan berbagai bentuk perhatian dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai wujud perhatian dan penghormatan kepada prajurit yang gugur dalam tugas.
Kodam IX/Udayana juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga almarhum guna memberikan dukungan moril, khususnya kepada istri dan anak almarhum, sebagai bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir bagi keluarga prajurit yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara.
Pengorbanan Sertu Muhammad Nur Ichwan menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukanlah tanpa risiko. Dedikasi dan pengabdian almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian dari kehormatan dan kebanggaan bagi Kodam IX/Udayana serta bangsa Indonesia. (red)










