Kolase foto: LPMK Kerobokan kembali mengadakan Parade Ogoh-Ogoh di Catus Pata, Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (28/3/2025). (barometerbali/wan/rah)
Badung | Barometer Bali – Sebagai tradisi setiap tahun menjelang hari Nyepi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kerobokan kembali mengadakan Parade Ogoh-Ogoh di Catus Pata, Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (28/3/2025).
Catus Pata ini merupakan persimpangan arah Utara ke Dalung, arah Selatan ke Kuta, arah Barat ke Canggu dan arah Timur ke Denpasar.
Menurut Ketua LPMK Kerobokan I Made Surya Hermawan, peserta ada 10 Sekeha Teruna, sesuai banjar yang berada di wilayah Kelurahan Kerobokan, masing-masing adalah:
1.ST Dwitura (Banjar Anyar Kaja)
@st.dwitura
2.ST Saraswati (Banjar Anyar Kelod)
@stt_saraswati
3.ST Tunjung Mekar (Banjar Peliatan)
@st.tunjungmekar
4.STT Dharma Pertapa (Banjar Padang)
@stt_dharmapertapa
5.ST Putra Settu Bhakti Jaya (Banjar Campuan)
@st.pusbaya
6.ST Eka Dharma Canti (Banjar Kancil)
@st.ekadharmacanti
7.ST Bakti Remaja (Banjar Tegeh)
@stt_baktiremaja
8.ST Santhi Waringin (Banjar Gede)
@st.santhiwaringin
9.ST Eka Canthi Pertiwi (Banjar Kesambi)
@st.ekacanthipertiwi
10.ST Dharma Laksana (Banjar Silayukti)
@st.dallas
“Sejak petang masyarakat sudah menunggu di catus pata atau di wilayah banjarnya, karena 9 ogoh-ogoh akan mengeliling kelurahan Kerobokan, kecuali banjar Kesambi, yang setelah tiba di catus pata dan atraksi, lalu kembali ke banjarnya karena tidak dalam satu lintasan dengan 9 banjar lainnya,” ungkap Made Surya.
“Acara ini dipandu dalang dan pembaca sinopsis fragmen garapan Sekeha Teruna. Pada parade ini hadir juga tokoh masyarakat yaitu anggota DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Arka yang biasa disebut Gung Cok dan juga anggota DPRD Badung Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra,” jelas Made Surya.
Hadir juga untuk mengkoordinasikan acara ini, Lurah Kerobokan Ni Putu Sri Budhiyani,SE., M.A.P, sedangkan untuk ketertiban dan keamanan Parade ini didukung unsur TNI, Kepolisian, Linmas dan Pecalang Kerobokan.
Parade ini mendapat sokongan dana dari Desa Adat Kerobokan.
Parade ini dimulai dengan penampilan ST Eka Canthi Pertiwi (Banjar Kesambi)
@st.ekacanthipertiwi, yang kemudian bergabungan dengan ST Dharma Laksana (Banjar Silayukti) @st.dallas untuk atraksi bersama ogoh-ogoh yang disebut dengan Mebarung.
Berikutnya aksi mebarung ST Dwitura (Banjar Anyar Kaja) @st.dwitura dengan ST Saraswati (Banjar Anyar Kelod) @stt_saraswati.
Aksi tunggal berikutnya ST Tunjung Mekar (Banjar Peliatan) @st.tunjungmekar, lalu STT Dharma Pertapa (Banjar Padang) @stt_dharmapertapa, selanjutnya ST Putra Settu Bhakti Jaya (Banjar Campuan) @st.pusbaya.
Tiga banjar yang paling dekat dengan catus pata juga melakukan aksi mebarung yaitu ST Eka Dharma Canti (Banjar Kancil) @st.ekadharmacanti, dengan ST Bakti Remaja (Banjar Tegeh) @stt_baktiremaja serta ST Santhi Waringin (Banjar Gede) @st.santhiwaringin.
“Acara ditutup dengan penampilan spontan 3 sekeha bleganjur dari 3 banjar dengan, dengan garapan yang kompak, ritmis dan rapi,” tandas Made Surya.
Ketua LPMK Kerobokan Made Surya Hermawan mengucapkan terima kasih pada peserta, pendukung acara dan masyarakat, karena selama penyelenggaraan berlangsung aman dan tidak ada insiden. (wan/rah)











