Barometer Bali | Jimbaran – Bali kembali terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya event internasional. Kali ini Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) akan menggelar 1st International Bali Mine Rescue Competition (IBMRC) 2025. Rencannya gelaran internasional tersebut akan diadakan pada tanggal 24-30 Agustus 2025 berlokasi di Pantai Melasti.
Rapat awal koordinasi dan audensi persiapan kegiatan 1st International Bali Mine Rescue Competition 2025 telah dilaksanakan pada hari ini, Kamis (22/5/2025) bertempat di Ruang Serbaguna, Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengutarakan rasa bangga dan menyambut baik inisiasi dari Pertapindo untuk memilih Basarnas Bali sebagai partner dalam event tersebut.
Menurutnya kolaborasi yang baik antar lintas sektoral ini dapat memberikan dampak positif bagi eksistensi Indonesia di bidang keselamatan dunia pertambangan.
Sementara itu Kepala Pertapindo, Sri Rahardjo meminta dukungan dari para peserta rapat untuk demi suksesnya acara IBMRC, mengingat ini baru pertama kalinya Pertapindo memperluas cakupannya hingga level internasional.
Pada diskusi teknis yang dipandu oleh ketua penyelenggara, dipaparkan garis besar pelaksanaan perlombaan (challenge) diantaranya firefighting scenario, high angle rescue, individual skill dan mine rescue scenario. Di kesempatan itu juga disinggung mengenai perijinan di beberapa sektor, diantaranya prosedur para peserta dari luar negeri yang masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain itu juga dibahas juga gambaran umum scenario perlombaan.
Pada rapat awal ini, dengan waktu yang terbatas, belum bisa merangkai secara detail pelaksanaan kegiatan dari awal sampai dengan berakhirnya acara IBMRC berlangsung. Disampaikan bahwa akan dilaksanakan rapat lanjutan yang lebih intens antara pihak penyelenggara dan instansi terkait. Besar harapannya acara ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses, dalam jangka panjangnya kemampuan penyelamatan atau penanganan pada kecelakaan pertambangan menjadi lebih profesional dan kerja sama antar stakeholder semakin terjalin baik. (ay/rah)











