Denpasar | barometerbali – Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, Made Dana Tenaya menegaskan dirinya tidak dalam kapasitas merestui keabsahan kepengurusan saat hadir dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) KNPI Bali ke XIV yang digelar kubu Haris Pratama di Balai Diklat Provinsi Bali, Tanjung Bungkak, Denpasar, Kamis (27/1/2022).
“Selanjutnya diminta memberikan sambutan sekaligus membuka acara,” jelas Dana Tenaya dalam surat kronologi yang diterima redaksi.
Disebutkan pula Kegiatan yang semula mulai pukul 10.00 Wita, tapi sampai pukul 11.06 Wita belum dilaksanakan pembukaan MUSPROV KNPI Bali ke XIV,
tapi pihaknya hendak meninggalkan kegiatan tidak dizinkan.
Dalam undangan yang disampaikan hanya untuk menghadiri namun dalam
pelaksanaan pembukaan MUSPROV dirinya dimohon untuk memberikan sambutan sekaligus membuka MUSPROV dengan pemukulan gong.
“Pada kesempatan tersebut kami telah menolak untuk memberikan
sambutan, namun panitia tetap pada pendirian agar kami memberikan
sepatah dua patah kata,” tandasnya.
“Kehadiran kami bukan berarti merestui keabsahan kepengurusan,” sambungnya.
Dituturkan dalam acara tersebut ia mengaku hanya menghadiri sesuai dengan surat undangan yang memakai kop surat KNPI Nomor 005/B/Sek//2022, tanggal 24 Januari 2022, perihal undangan menghadiri Musyawarah Provinsi XIV DPD KNPI Provinsi Bali Tahun 2022.

Di sisi lain Ketua DPD KNPI Provinsi Bali, Nyoman Gede Antaguna (Mang De) dalam keterangan persnya menegaskan Musprov tersebut abal-abal karena tidak memiliki SK Menkumham alias tidak “legitimate“.
Saat dihubungi wartawan melalui sambungan ponsel, Jumat (28/1/2022) Dana Tenaya enggan berkomentar lebih jauh terhadap kejadian itu.
“Semua kronologis sudah tyang serahkan ke pimpinan dan sekretariat KNPI Bali,” ucapnya singkat. Namun yang perlu digarisbawahi dalam kronologis tersebut ia menyatakan, kehadirannya bukan berarti merestui keabsahan kepengurusan dan sifatnya hanya menghadiri.

Akibatnya, kejadian tak mengenakkan ini sampai juga ke telinga pimpinan yang berujung keluarnya kronologi apa dan bagaimana posisi Dana Tenaya di acara tersebut.
Sedangkan dari tempat terpisah, selaku Sekretaris kegiatan, Putu Gede Wira Kusuma atau kerap disapa De Wira, yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan ponselnya, Sabtu (29/1/2022), dengan tegas membantah jika terjadi pemaksaan terhadap pejabat tersebut.
“Sepengetahuan tyang (saya) di lapangan, acara berlangsung selayaknya acara pembukaan pada umumnya,” kilahnya melalui pesan singkat yang dikirim.
Lebih lanjut De Wira yang juga pengurus Kadin Bali ini menyampaikan, Musprov KNPI yang digelar tak lain untuk tetap menggerakkan organisasi agar tidak terjadi kekosongan.
“Kita tidak usah terpengaruh perpecahan di pusat, yang penting bagaimana di daerah bisa tetap solid dan bergerak,” tutup De Wira. (BB/501)











