Barometer Bali | Badung – Sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pimpinan daerah, mendampingi serta membantu masyarakat yang tertahan dalam antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menginstruksikan pengerahan pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung ke 38 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di enam kecamatan dj wilayah Badung pada Kamis (15/10).
Di bawah arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati Badung, para petugas disiagakan di area SPBU untuk memantau situasi kelancaran lalu lintas serta menjaga kondisi fisik masyarakat selama menunggu giliran pengisian BBM.
Pimpinan Kabupaten Badung menyadari bahwa keterlambatan pasokan BBM berdampak langsung pada aktivitas harian warga, mulai dari pekerja, pelaku usaha kecil, hingga penyedia jasa transportasi. Oleh karena itu, perhatian dan uluran tangan sederhana dengan mendistribusikan air mineral dan snack yang diharapkan dapat sedikit meredakan kelelahan warga di tengah situasi sulit tersebut.
Aksi pendampingan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kuta, Kuta Selatan, Kuta Utara, Mengwi, hingga Petang. Pantauan langsung di SPBU Kapal misalnya, pengerahan personil dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Kadis Komunikasi dan Informatika, Kadis Kesehatan, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Mengwi dan Lurah Kapal.
Selain memberikan bantuan logistik ringan, pimpinan daerah mengarahkan seluruh jajaran untuk memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan ketertiban lalu lintas di sekitar SPBU. Pemkab Badung melalui Dinas Perhubungan, Satpol PP, bersinergi dengan unsur TNI dan Polri guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif.
Ditemui di SPBU Kapal, Mengwi, Asisten Wayan Wijana menerangkan, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan yang ramah, santun, dan humanis selama menjalankan tugas pelayanan. Pimpinan Badung turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tertib mengantri, dan saling menghormati antar pengguna jalan hingga situasi kembali kondusif.
Sementara pembagian logistik berupa nasi bungkus dan air mineral, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi antrian BBM. “Bantuan kecil dari Pemkab Badung ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sudah cukup lama mengantri. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam hal kesehatan, keamanan, dan kenyamanan selama menunggu,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Pemkab Badung telah mensiagakan petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan DLHK untuk mendukung kelancaran situasi di lapangan. Ambulance beserta petugas kesehatan juga disiapkan guna memberikan pertolongan apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. “Kami telah mensiagakan ambulance dan petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan jika ada gangguan kesehatan dari masyarakat,” tambahnya. (rah/red)










