Barometer Bali | Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya. Dari laporan evaluasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan hinga akhir Juli 2026, dari delapan paket pengerjaan fisik strategis berjalan lebih cepat dari jadwal dan berhasil melampaui target perencanaan (deviasi positif).
Kepala Dinas PUPR Tabanan, Ir. Gde Made Partana menyebutkan, percepatan pengerjaan di lapangan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadirkan akses jalan yang aman dan mantap demi mendukung mobilitas masyarakat serta perekonomian daerah.
“Penggenjotan perbaikan jalan dan jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Bapak Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., M.M., agar manfaat infrastruktur yang mantap dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Hasil evaluasi per-akhir Juli menunjukkan seluruh pengerjaan berjalan lancar dan terealisasi melampaui target yang telah ditentukan,” ujar Gde Made Partana, Senin (27/7).
Gde Made Partana menjelaskan, pada kelompok proyek rekonstruksi dan pemeliharaan jalan, percepatan signifikan terjadi di beberapa wilayah strategis. proyek pemeliharaan berkala jalan di Banjar Dukuh, Desa Tiying Gading (Selemadeg Barat) mencatatkan deviasi positif tertinggi sebesar (31,31) persen, dengan realisasi fisik mencapai 34,55 persen dari rencana 3,24 persen.
Akses menuju kawasan pariwisata pada rekonstruksi jalan dan pembangunan drainase ruas simpang Beraban Munggu – Pantai Nyanyi di Kediri juga terealisasi 10,35 persen dari target 1,05 persen atau deviasi (9,30 persen). Selanjutnya, rekonstruksi jalan simpang Gadungan – Gunung Salak di Selemadeg Timur mencapai 5,75 persen dari target 2,37 persen dengan deviasi (3,38 persen).
Rekonstruksi Jalan Menuju RPH Gubug di Tabanan berprogres 15,59 persen dari target 14,34 persen dengan deviasi (1,25 persen). Serta rekonstruksi jalan Tanguntiti – Pantai Beraban di Selemadeg Timur terealisasi 3,21 persen dari target 2,32 persen dengan deviasi (0,88 persen).
Sementara itu, untuk tiga paket pekerjaan jalan dan jembatan lainnya juga konsisten berada di atas target perencanaan. Pembangunan jembatan tukad Yeh Ngigih di Selemadeg Timur mencatatkan realisasi fisik sebesar 17,25 persen dari target 15,83 persen, menghasilkan deviasi positif (1,42 persen). Pengerjaan infrastruktur penghubung pada Pembangunan Jembatan Tuka – Cau Belayu di Baturiti terealisasi 13,17 persen dari rencana awal 12,21 persen atau deviasi (0,96 persen). Adapun untuk wilayah Penebel, pengerjaan Rekonstruksi Jalan Bolangan – Dadia telah mencapai realisasi 4,38 persen dari target rencana 3,89 persen dengan deviasi positif (0,49 persen).
“Kami berharap masyarakat ikut untuk mendukung kelancaran proses pengerjaan di lapangan dan memaklumi penyesuaian arus lalu lintas sementara di sekitar titik pengerjaan,” ujar Gde Made Partana. (tmc/rah)










