Pemkab Tabanan Rencanakan Penataan Jalan Gajah Mada Menjadi Kawasan Heritage

WhatsApp Image 2026-05-07 at 16.52.49
Foto: Foto: Sosialisasi Penataan Jalan Gajah Mada, pavingisasi, serta pembangunan Patung Catur Muka yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan pada Selasa, (5/5). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mematangkan rencana penataan kawasan Jalan Gajah Mada sebagai upaya mempercantik wajah pusat Kota Tabanan sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah dan identitas kawasan tersebut. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penataan Jalan Gajah Mada, pavingisasi, serta pembangunan Patung Catur Muka yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan pada Selasa, (5/5).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, jajaran perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, Bendesa Adat Kota Tabanan, perbekel, konsultan perencana, hingga para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada.

Berita Terkait:  Tinjau Sentra Kompos Penarungan, Wabup Pastikan Pengelolaan Bahan Kompos Sesuai Standar

Dalam pemaparannya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tabanan (Dinas PUPRPKP) menyampaikan,  penataan kawasan Jalan Gajah Mada telah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2026. Proyek tersebut mencakup pavingisasi kawasan hingga pembangunan ikon Patung Catur Muka sebagai bagian dari penguatan estetika dan identitas kota.

Bupati Sanjaya menegaskan, penataan Jalan Gajah Mada bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan yang sejak lama menjadi pusat ekonomi dan aktivitas masyarakat Tabanan.
“Jalan Gajah Mada bukan sekadar jalur transportasi. Kawasan ini adalah urat nadi ekonomi, saksi sejarah, sekaligus wajah dari identitas kota kita,” ujar Sanjaya dalam sambutannya.

Berita Terkait:  Klungkung Raih Peringkat 1 Nasional Surveilans Campak Rubella 2025

Ia menambahkan, penataan tersebut tidak bertujuan menggusur aktivitas usaha masyarakat, namun lebih kepada mempercantik, menata, dan memberikan nilai tambah bagi kawasan perdagangan di pusat kota.

Menurutnya, konsep penataan dilakukan secara terintegrasi agar kawasan Jalan Gajah Mada menjadi lebih rapi, nyaman, dan memiliki daya saing sebagai kawasan heritage di pusat Kota Tabanan. Pemerintah daerah juga berkomitmen agar proses pengerjaan nantinya dilakukan secara humanis dengan meminimalisir dampak terhadap aktivitas warga dan pelaku usaha.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Pastikan Stok Aman, Harga Pangan Relatif Terkendali

“Saya ingin mendengar masukan, saran, bahkan kritik yang membangun dari bapak dan ibu semua. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang partisipatif,” tegasnya.

Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemilik toko dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Gajah Mada, untuk bersama-sama mendukung program penataan tersebut demi mewujudkan wajah Kota Tabanan yang modern, bersih, namun tetap berlandaskan budaya dan semangat perjuangan masyarakat Bali.

Ia berharap penataan kawasan ini menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI