Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat tata kelola pariwisata yang berkualitas, tertib, dan berkelanjutan di era digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan sejumlah Online Travel Agent (OTA) untuk mendukung kebijakan Pariwisata Berkualitas atau Quality Tourism di Bali.
Dalam pertemuan bersama Gubernur Bali, dari delapan perusahaan OTA yang diundang, empat perusahaan hadir secara langsung, yakni Traveloka, tiket.com, Klook, dan Trip.com. Sementara empat perusahaan lainnya, yaitu Booking.com, Agoda, Expedia, dan Airbnb belum dapat hadir karena masih berada di luar daerah, namun tetap menyatakan komitmennya mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali.
Pertemuan tersebut membahas pentingnya kerja sama antara pemerintah dan platform pariwisata digital seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali melalui layanan OTA dan perkembangan teknologi digital.
Terdapat dua poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, OTA diharapkan hanya melisting dan memasarkan usaha pariwisata yang legal serta memiliki izin sesuai ketentuan pemerintah. Kedua, OTA diharapkan dapat membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pemungutan pajak wisatawan asing atau Tourism Levy Bali.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Bali akan segera menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) bersama para OTA terkait implementasi dua poin kerja sama tersebut.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pariwisata Bali yang lebih tertib, berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah Bali. (rah)










