Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menggelar aksi tanam pohon serentak dan kegiatan bersih-bersih sungai bertajuk “Gotong Royong Semesta Berencana” pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125 dan bertepatan dengan perayaan Rahina Tumpek Wariga yang dipusatkan di Pura Pengubengan Besakih.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan aparatur pemerintahan sebagai bentuk sinergi membangun Bali yang berkelanjutan dan selaras dengan alam.
“Kegiatan ini merupakan implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang dimulai tahun 2025. Gotong royong ini kita laksanakan secara serentak di seluruh Bali dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Koster dalam konferensi pers di Jayasabha, Rabu (21/10/2025).
Total peserta dalam kegiatan ini mencapai 47.642 orang, terdiri atas 20.453 peserta aksi tanam pohon dan 27.189 peserta untuk kegiatan bersih-bersih sungai. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain: Pegawai Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten, TNI/Polri, kepala desa, lurah, bandesa adat, pelajar, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum.
Untuk kegiatan tanam pohon, Pemprov Bali menargetkan penanaman di lahan seluas 314,08 hektare dengan jumlah 34.047 bibit pohon. Jenis pohon yang ditanam dipilih secara khusus karena memiliki nilai manfaat bagi upacara adat (upakara), pangan, kesehatan, dan keseimbangan ekologis.
“Pohon yang kita tanam adalah pohon-pohon yang memiliki nilai ekologis dan kultural, seperti Jepun, Jempiring, Sandat, Cempaka, Durian, Alpukat, Mangga, Pule, hingga Ketapang Kencana,” jelas Koster.
Sementara itu, kegiatan bersih-bersih sungai dilakukan untuk membersihkan sampah dan sumbatan yang berpotensi menyebabkan banjir, terutama menjelang puncak musim hujan pada November 2025 hingga Februari 2026.
“Bersih-bersih sungai kita laksanakan untuk mengantisipasi musim hujan. Kita bersihkan sumbatan dan kotoran yang menghambat aliran air, karena ini bisa menimbulkan banjir,” tegas Koster.
Kegiatan tanam pohon dan bersih-bersih sungai akan dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat desa/kelurahan dan desa adat. Di tingkat Provinsi, kegiatan difokuskan pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati.
Sementara itu, untuk wilayah kabupaten (di luar Bangli, Badung, Gianyar, dan Denpasar), seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan, kegiatan akan difokuskan di DAS prioritas masing-masing wilayah, dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan bencana.
“Di tingkat provinsi, kegiatan akan saya pimpin langsung. Untuk tingkat kabupaten, akan dipimpin oleh bupati atau wali kota masing-masing,” tutup Koster. (rian)











